Aku adalah seorang siswa di SMA
Yokoritsu namaku Ryou Yamagishi, aku paling senang dengan yang namanya menulis
cerpen, tetapi aku tidak terlalu bisa membuat cerita panjang atau novel. Padahal
aku udah sering juara lomba cerpen tingkat amatir. Tapi suatu hari ada salah
seorang siswi dikelasku yang membaca karangan cerpenku namanya Ritsu.
“Menurutku
cerpenmu masih memiliki titik lemah di setiap mulai muncul konflik. Bahasa di
sekitar endingnya pun agak sulit dimengerti tapi kamu udah bisa membuat bagian
ini menjadi seperti realistis” kata Ritsu sambil menjelaskan kepada yama
“ano…
kenapa kau benar benar mengerti mengenai hal ini?” tanyaku
“tentu
saja, cita citaku adalah menjadi editor novel, tapi aku juga bisa mengkritik
cerpen karena hampir sama antara cerpen dan novel” kata Ritsu
“o
iya… ngomong ngomong kau ini siapa ya?” tanyaku
“Namaku
Nagoya Ritsu, o iya Yamagishi-san, bagaimana kalau kita membuat novel….” Ajak Ritsu
secara tiba tiba.
“eh…heee….
Tapi… aku kan tidak bisa membuat cerita panjang seperti novel…!!” jawabku
terkejut
“Tenang
saja, selama ada aku , aku pasti bisa membantumu membuat novel, oh… jam
pelajaran sudah dimulai… pikirkan dengan baik ya yamagishi-san”
Setelah
pelajaran usai aku pun segera pulang dikarenakan besok akan diadakan tes untuk
kenaikan kelas dan penjurusan. Aku berencana masuk jurusan bahasa supaya aku
bisa membuat cerpen yang maksimal. Keesokan harinya tes pun dimulai, di
pelajaran bahasa aku tidak terlalu kesulitan. Tetapi setelah tes yang berhubungan
dengan angka itu membuat pikiranku menjadi runyam. Tetapi saat ujian
berlangsung Nagoya melemparkan sesuatu ke mejaku, dan setelah aku membukanya
ternyata itu sebuah jawaban di tes matematika ini. Setelah semua tes usai kami
pun bebas melakukan aktifitas sekolah, aku dan Nagoya membicarakan tentang
membuat novel di atap sekolah. Setelah mempertimbangkan dengan baik aku pun
memutuskan untuk bergabung dengan Nagoya untuk membuat novel bersama.
“nah
karena aku tau kau akan setuju makanya aku mencari info mengenai lomba pembuatan
novel oneshot untuk para pemula” kata ritsu
“oneshot?
Apa itu?” tanyaku
“oneshot
adalah sebuah karangan novel yang tidak terlalu panjang , hanya terdiri dari
12-15 halaman. Dan lagi ini kesempatan kita, jika kita bisa membuat oneshot
yang bagus dan menarik mungkin perusahaan novel akan memajang hasil karya kita maka
setiap minggunya cerita kita akan dipajang dimedia cetak. Setiap minggu
diterbitkan 2-4 halaman” jelas ritsu
“wow…itu
awal yang bagus untuk memulai debut sebagai Novelis Pro” kataku
“lalu
kali ini cerita apa yang akan kita buat, kita masih punya batasan waktu sebelum
tanggal pengumpulan oneshot novel, kira kira masih 1 minggu lagi” kata ritsu
“cerpenku
biasanya menang dengan genre fantasi, tapi menurutku fantasi tidak cocok untuk dijadikan novel” ujarku
“menurutku
sih kalo oneshot kita mulai dengan genre comedy, karena kalau comedy selalu booming
di awal. Jadi pantas sekali kalau dijadikan oneshot” kata ritsu
Lalu
setelah memikirkannya aku dirumah membuat cerita comedy drama, tetapi inilah
kelemahanku. Aku tidak punya selera humor. Tetapi kalau masalah Drama dan
romansa itu keahlianku. Aku mulai membuat 2 cerita yang mengandung unsur comedy
dan drama. Walaupun awalnya sulit tetapi membuat genre comedy bisa aku dapat
dari membaca komik. Walaupun lawakannya ada yang sama tetapi di bagian drama
aku membuat ending yang mampu membuat pembaca ikut masuk kedalam cerita
buatanku. Setelah membuat 2 cerita kami masih punya sisa waktu 1 hari sebelum
batas waktu yg ditentukan. Aku membuat masing masing 12 halaman. Jadi 6 hari 24
halaman dengan cerita yang berbeda.
“Bagaimana
menurutmu… kita harus pilih yang mana…?” tanyaku kepada ritsu
“aku
juga sedikit bingung soalnya yang berjudul ‘cinta malaikat’ ini dramanya
membuatku tersentuh tetapi comedynya masih lemah. Sedangkan yang satunya yang ‘cabikan
kucing meong’ bisa membuatku tertawa tetapi endingnya sama sekali tidak
menyentuh” kata ritsu sambil mereview oneshot novelku.
Tapi
pada akhirnya kami memilih ‘cinta malaikat’ untuk diajukan ke kontes oneshot
novel itu. Setelah kami mengumpulkan oneshot kami, kami menunggu hasil dalam
waktu 2 minggu setelah penjurian. Selama waktu itu, aku menyempatkan untuk
mencoba membuat short novel comedy. Tetapi menurut Ritsu aku kurang cocok untuk genre comedy. Setelah
dua minggu kami menerima hasilnya dan novel kami berada di posisi kedua jadi
kami batal untuk memulai debut melalui media cetak. Hasil dari 1000 voting
menunjukkan bahwa juara 1 mendapatkan 526 suara, bahkan itu sudah melebihi
setengahnya. Tapi pada akhirnya kami tidak menyerah dan ingin mencoba membuat
debut kembali melalui kontes kontes yang lain.
Bersambung.....

Komentar
Posting Komentar