Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Petualangan di Shiltz (Chapter 06)

Chapter 06 : Para Boss Bale “Sudah selesai reuninya? Baiklah saatnya kalian istirahat bersama di dalam dunia ku!!” Soul Collector (SC) mengurung Zeon dan Shun kedalam dunia kegelapan. “Sial.... Akan ku tebas kau SC!! Deathly Slash!!!” Serangan zeon mengenai roh roh milik SC namun itu seperti percuma saja “Cih... lawan tipe sihir seperti ini sedikit menyulitkan untukku! Shun segera pulihkan energimu aku sedikit kesulitan melawan tipe sihir seperti ini” kata Zeon “ah... aku tau... Burung api itu tengah sekarat kan.... lebih baik aku mengambil jiwanya untuk bermain main....” ucap SC “Jangan!!! Jangan kau lakukan hal itu kumohon! Dia sudah kesakitan! ” teriak Shun “Ups... sayang sekali jiwanya sudah ku curi!! Baiklah... Ayo maju Phoenix!!” Teriak SC “Sial kau!! Kau terpaksa membuatku harus mengeluarkan kekuatan terlarang itu!” kata Zeon “Hot Blood...” Tiba tiba saja suasana menjadi panas “apa ini... dunia kegelapanku lenyap?” ungkap Soul Collector bingung karena tiba tib...

Petualangan di Shiltz (Chapter 04)

Chapter 04 : Lufa si Mata Api             Beberapa Hari setelah Kami menjalankan misi tiba tiba saja para petualang dikumpulkan di Area Lapangan Secara mendadak. Kami tidak tau apa yang terjadi, tapi kami bertiga segera mendatangi seruan itu. Sesampainya di Lapangan kota Elim , Raja Arus dengan pakaian armor Emas serta jubah merah dan pedang platinumnya berdiri di atas air terjun Elim. “Wahai rakyatku dan para petualang... Kekacauan kembali terjadi di negeri Shiltz ini. Kami baru saja mendapat kabar bahwa Kota Lime yang damai telah diserang oleh Para Bale” Ucapnya “Apa... Lime diserang bale? Ahh Paling Bale lv kecil... Tapi apa mungkin Bale kecil menimbulkan kepanikan?” Ucap para petualang yang mulai bingung “Maka Dari Itu... Para kesatria dari Kota Elim akan menolong Kota Lime dan membentuk sebuah pasukan pengusir Bale. Karena Bale yang menyerang Kota Lime adalah Bale bale yang lepas dari Istana terkutuk yaitu Ice Castle”...

Delapan April

              Hari ini aku berjalan lagi tanpa arah, kesana kemari mencari makanan untuk mengisi perut yang keroncongan ini. Di taman itu aku lihat dia duduk sendirian disana. Aku mulai menghampirinya, dia pun melihatku dengan tersenyum. Aku menempelkan tubuhku ke kakinya yang menggunakan celana panjang itu , dan tangannya datang dengan mengelusku secara lembut. Ya aku saat ini tepat ber umur 4 bulan , indukku sudah tiada entah kemana meninggalkanku. Saat ini yang aku harapkan adalah dia akan membawaku bersamanya. “Hei , apakah kamu juga sendirian ,kucing kecil?” ucapnya lembut sambil mengelus elus tubuhku “Mau ini?” lanjutnya sambil menyodorkan secuil ikan yang tengah disantapnya. Aku tak bisa berbicara dengannya namun aku menunjukan sikap manjaku kepadanya. Andai saja dia membawaku dan dia menjadi temanku , aku pasti sangat senang sekali. “Cuaca di luar dingin ya?”katanya sambil mencuil cuil ikan tadi “Kalau kau sendirian mari temani...

Si Penghianat

                                                                Jam sudah menunjukan pukul 07.00 itu merupakan waktu dimulainya pelajaran sekolah. Aku bersekolah di salah satu sekolahan swasta di kota solo. Aku suka sekolah ini , pada awalnya aku memang sedih karena tidak punya teman yang bisa ku ajak ngobrol jadi kadang aku hanya diam di kelas namun sekarang aku punya seorang sahabat baik bernama Fahru. Hari itu ada yang berbeda dari diriku. Aku terlihat lebih rapih dan wangi dibandingkan hari hari biasa. Aku merubah penampilan hanya untuk menarik salah seorang gadis dikelasku. Dia adalah gadis biasa yang tak begitu terkenal ataupun populer dikelasku. Namun aku suka dengan sifatnya yang rajin dan dia juga seorang pecinta novel dia adalah Megi. Aku juga suka dengan novel, aku sering memperhatikannya meskipun dia tak...

Selamat Jalan Peri kecil

                                                                                       Malam itu tidak akan pernah aku lupakan , karena malam itu merupakan malam yang sangat berarti bagi hidupku. Cahaya kunang kunang tiada henti menyinari malam itu, seraya mengiringi kepergian dirimu yang hilang terbawa kegelapan malam. Yah , 1 bulan yang lalu. Memang terasa sangat cepat pertemuan itu, tepat 1 bulan yang lalu ketika liburan sekolah aku bertemu dengannya di desa tempat tinggal nenekku. Pertemuan pertama ku dengan seorang perempuan yang sebaya dengan umurku. Perempuan yang menggunakan gaun One piece berwarna putih serta topi putih yang membuatnya terlihat manis. Hari itu kami bertemu dan berpapasan di sebuah sawah di kaki bukit yang su...