Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

HUJAN ANIME DAN CINTA

                                                                                           HUJAN ANIME DAN CINTA        Rintik-rintik hujan dan suara halilintar membangunkan melody dari tidur lelapnya. Perlahan dia membuka matanya dan memalingkan pandangan ke jendela kamarnya. “Argh.. hujan turun lagi,” desahnya perlahan. Sejenak dia teringat tentang kejadian waktu itu, saat dia masih duduk di kelas sepuluh SMA. Jika dia boleh memilih, dia ingin terlelap tanpa terbangun saat hujan turun agar dia tak mengingat masa lalu yang kelam itu. Begitu sangat kelam masa lalu itu, “hapuskan memory tentang itu Ya Rabb…” desahny...

Fall in love with You

                                                                                         FALL IN LOVE WITH YOU               Namaku Kei Takebuchi , aku bersekolah di SMA Suimei. Aku memiliki seorang kekasih yang tinggal jauh karena dia sudah ada di Universitas di Tokyo namanya kak Tano. Aku memiliki banyak teman , tapi hanya tiga yang dekat denganku yaitu Minami Shiodome , Migiwa Sayu dan Suhei Kudou. Kudou biasa ku panggil Washu. Suatu hari ketika kami berbincang bincang disekolah guru m...

Kamar Sebelah

KAMAR SEBELAH [28 Februari 2000] “Rafy, tolong simpan kardus-kardus ini ke kamar sebelahmu.” perintah ibu. “Siapa tahu nanti berguna,” Aku langsung membawa setumpuk lipatan kardus itu ke kamar di sebelahku. Saat itu kami sekeluarga baru pindah, sehingga banyak barang yang harus kami tata. Untung saja rumah baru kami sangat besar dan berlantai dua, jadi kami tidak usah bersempit-sempitan lagi seperti di rumah lama. Saat aku masuk ke ruangan di sebelah kamarku, jendela besar langsung terpampang di sana tanpa tirai. Aku bisa melihat pemandangan hutan dari sana dengan sangat jelas. Pucuk-pucuk pepohonan melambai-lambai seolah-olah mengajakku untuk pergi ke sana. Tapi memang itu keinginanku. Aku paling suka berkemah atau menjelajahi hutan yang belum kukenal. Dan untungnya, ayah mengizinkanku untuk berkemah di hutan itu. Siang terus berlanjut. Aku bersama kakak perempuanku—Dona—tidak henti-hentinya membantu ayah dan ibu, hingga waktu senja datang m...