Langsung ke konten utama

Petualangan di Shiltz (Chapter 06)

Chapter 06 : Para Boss Bale
“Sudah selesai reuninya? Baiklah saatnya kalian istirahat bersama di dalam dunia ku!!” Soul Collector (SC) mengurung Zeon dan Shun kedalam dunia kegelapan.
“Sial.... Akan ku tebas kau SC!! Deathly Slash!!!” Serangan zeon mengenai roh roh milik SC namun itu seperti percuma saja
“Cih... lawan tipe sihir seperti ini sedikit menyulitkan untukku! Shun segera pulihkan energimu aku sedikit kesulitan melawan tipe sihir seperti ini” kata Zeon
“ah... aku tau... Burung api itu tengah sekarat kan.... lebih baik aku mengambil jiwanya untuk bermain main....” ucap SC
“Jangan!!! Jangan kau lakukan hal itu kumohon! Dia sudah kesakitan! ” teriak Shun
“Ups... sayang sekali jiwanya sudah ku curi!! Baiklah... Ayo maju Phoenix!!” Teriak SC
“Sial kau!! Kau terpaksa membuatku harus mengeluarkan kekuatan terlarang itu!” kata Zeon
“Hot Blood...” Tiba tiba saja suasana menjadi panas
“apa ini... dunia kegelapanku lenyap?” ungkap Soul Collector bingung karena tiba tiba cahaya menyelimuti tubuh Zeon dan membuat kulitnya seperti mengelupas
“Tehknik rahasia Greatsword! Iblis dari pedang Tribing!! Blazzing Hurriance!!” Angin besar lalu menerpa tubuh Soul Collector
“Combo Iblis Pedang Tribing ke 21! Tarian kematian..” Zeon seketika berubah menjadi manusia setengah iblis , jiwa phoenix yang berhenti dikendalikan akhirnya masuk kembali kedalam tubuh phoenix yang masih sekarat
“Zeon!! Zeon!! Apa kau baik baik saja?!” Teriak Shun yang panik
Zeon terkapar tak sadarkan diri namun dia berhasil menghancurkan Soul Collector dan menggerakkan aliran ruang dan dimensi. Kami pun berada di dimensiku Saat ini.
“Shun ,Zeon! Bertahanlah!” teriakku
“oh oh... apa ini...Soul Collector dan si Knight of Darkness mati? Memalukan sekali yah..” kata Diana
“Untuk mempersingka-“ belum selesai berbicara tubuhku tiba tiba bergerak
“Combo master 12 !! 1000 Aura pengusir iblis!!” aku menyerang Diana dengan kekuatan penuhku yang tidak pernah aku duga
“Apa apan kau!! Mengerikan!! Pergi!! Menjauh!!” Teriak Diana Ketakutan
“Hyaa!!! Mace Of Justice!!” Serangan ku langsung membuat Diana terpental dan akhirnya terkalahkan. Aku juga bingung apa yang terjadi dengan kekuatanku tadi
“Ka...u... me...nge...ri..k..a..n... ta..pi... a...k..u... b..e..l..u..m...se..l...e..s..a..i...” Tubuh Diana berubah menjadi serbuk yang aku pikir hanya asap biasa.
“Shun Zeon!! Jangan hirup!!” tapi aku terlambat. Shun dan Zeon telah menghirupnya dan kami pidah ke dimensi Lufa.
Di dimensi tempat Lufa, Shun dan Zeon sudah menghirup racun berbahaya dan akibatnya mereka keracunan. Aku berkali kali menggunakan Cleansing untuk menetralkannya namun hanya sedikit efeknya.
“Clen.. kuserahkan mereka kepadamuya... aku akan segera mengurus yang satu ini” kata Lufa
“Gyaaaa...Gwar!!!” Sayap kayu di punggung Gnome tiba tiba bersinar.. dan hal yang mengerikan pun terjadi.
Gnome berubah menjadi seukuran manusia biasa dengan wujud wanita dan memindahkan kami ke dunia lain tepatnya ke Gunung Poibus utara tempat bersemayamnya Gnome.
”Yah... Wujud monsterku memang menjijikkan.. aku bahkan tidak bisa bicara di wujud itu” kata Gnome
“Dan akan kubuat kau mengalami hal yang sama yaitu tidak bisa bicara... Rasakan ini!! Fireball!” Lufa mengajunkan tangannya yang tidak memegang tongkat
“Demi kelima Pilar suci dan kekejaman Raja Iblis Jikael!! Terbuka lah Gerbang neraka!! Inferno!!!” semburan api muncul tepat dari bawah namun sepertinya Gnome berhasil menghindar
“Wow... api yang menakutkan... Rasakan ini!! Wood slicer!!” Gnome mengeluarkan ranting ranting dari punggungnya dan menyerang Lufa.
“Lufa awas!!” Teriakku
“Hya.! Rasakan Ski Api ini!!” Lufa menaiki jikael staff dan menembakan bola bola api ke Gnome
“Kekuatan seperti itu tidak akan menggoyahkanku!” teriak Gnome
“Thunder Laser!!” Gnome menembakan Laser cahaya dari kedua tangannya dan serangannya tepat mengenai lengan kanan Lufa.
“Arghh Sialan kau!! Hell Burn!!” Serangan Lufa juga tepat mengenai Gnome
“Aku belum selesai tau!! Plant Assault!!” Seketika serangan gnome membuat Lufa terlilit tumbuhan disekitarnya
“Leaf Stom Bom!” Kembai lagi Gnome melakukan serangan
“Lufa!! Aku akan membantumu!!” Teriakku
“Hentikan Clen!! Pokoknya apapun yang terjadi sembuhkan Shun , Zeon , dan Phoenix. Kita membutuhkan mereka setelah ini!!” teriak lufa yang sudah terluka namun masih memiliki tekad kuat.
“Kau ini tidak mengerti juga ya manusia rendahan! Aku berbeda dengan monster monster tadi! Aku adalah Boss Bale terkuat diantara ke 4 boss bale. Kekuatanku hampir seimbang dengan Unstable OHM kalian tahu? Dan sudah saatnya mengakhiri ini... Plant Assault!” Tanaman tanaman kembali melilit tubuh Lufa
“Demi keagungan gunung Poibus! Akan kuhancurkan kau dengan Serangan penghancur ini!! Wooden Blast!” Gnome mengarahkan serangan terkuatnya menuju Lufa.
Lufa yang tidak bisa bergerak hanya pasrah menerima serangan itu. Namun hal yang mengejutkanpun terjadi.
“Yah... terimakasih kau sudah memberiku kekuatan sebesar itu Gnome!” Kata Lufa
“Mungkinkah... Lufa!! Kau menggunakan Elim shield!?!” Tanyaku terkejut
“Tak perlu terkejut Clen.. Saat ini sang iblis api akan beraksi” kata Lufa
“A..Apa...!! seorang manusia bisa bertahan dari seranganku?!?” Teriak Gnome
“Aku hanya menyerap kekuatanmu untuk menyembuhkan luka luka ku, tapi tetap saja energiku tidak bisa pulih” kata lufa
“Demi kekuatan Mahkult sang pencipta api, tolong pinjamkan aku sedikit kekuatan penghancur. Kekuatan yang kau ciptakan pada hari pertama kau menciptakan dunia ini. Kekuatan Mahkult Bersamaku!!! Hell of Fire!!” Seketika  langit menjadi gelap karena terselimuti oleh awan dan aku melihat bola cahaya yang sangat besar muncul dari atas langit.
“Apa itu!! Matahari!! Matahari jatuh ke bumi ini!!” Teriak Gnome
“Ini adalah hukuman untukmu Gnome!! Matilah!!” Teriak Lufa
“Arhga...!! Ah... Tidak!!! Kaa....!!!” Gnome pun hangus dan menjadi setangkai kayu hitam
Aku hanya bisa diam karena melihat kekuatan Lufa tadi. Dia sangat kuat dan mengerikan. Mungkin inilah kekuatan dari Si mata api. Lalu kami kembali ke Dimensi awal yaitu di dalam Blue Eye Dungeon.
“Apakah Zeon dan Shun sudah membaik?” tanya Lufa
“mereka sudah membaik, begitu pula dengan Phoenix” kataku
“Syu..kur...lah...” Lufa tiba tiba ambruk dari hadapanku.
Shun, Zeon, dan Lufa sudah pingsan. Aku saat ini hanya sendirian yang masih terbangun di Lantai 2 ini. Memang sepertinya mustahil untuk menghadapi monster seperti Jikael saat ini. Bahkan Penyihir sekuat Lufa pun hanya bisa mengalahkan monster setingkat Gnome yang notabenya adalah salah satu Bale S Class terkuat di Shiltz . Dan yang lebih mengerikan dibanding semua itu adalah saat ini dihadapanku ada seekor Bale unggulan bertingkat SS Class yang siap menghancurkanku dan teman temanku.
“Wah.. kalian berhasil ya? Oh.. maksudku... kau berhasil sampai sejauh ini ya....” Kata OHM
“Aku memang sendiri saat ini... dan teman temanku akan segera bangkit dan menghancurkanmu. Namun sampai saat itu tiba akulah yang akan menghajarmu OHM!!” Teriakku
“Kau ingin menghajarku? Kau bahkan gemetaran saat ini lihat..” Ucap Unstable OHM

“Kita Lihat saja siapa yang lebih unggul” kataku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...