Langsung ke konten utama

Delapan April



              Hari ini aku berjalan lagi tanpa arah, kesana kemari mencari makanan untuk mengisi perut yang keroncongan ini. Di taman itu aku lihat dia duduk sendirian disana. Aku mulai menghampirinya, dia pun melihatku dengan tersenyum. Aku menempelkan tubuhku ke kakinya yang menggunakan celana panjang itu , dan tangannya datang dengan mengelusku secara lembut. Ya aku saat ini tepat ber umur 4 bulan , indukku sudah tiada entah kemana meninggalkanku. Saat ini yang aku harapkan adalah dia akan membawaku bersamanya.
“Hei , apakah kamu juga sendirian ,kucing kecil?” ucapnya lembut sambil mengelus elus tubuhku
“Mau ini?” lanjutnya sambil menyodorkan secuil ikan yang tengah disantapnya.
Aku tak bisa berbicara dengannya namun aku menunjukan sikap manjaku kepadanya. Andai saja dia membawaku dan dia menjadi temanku , aku pasti sangat senang sekali.
“Cuaca di luar dingin ya?”katanya sambil mencuil cuil ikan tadi
“Kalau kau sendirian mari temani aku , aku juga tinggal sendirian saat ini” sambungnya
Akhirnya aku dibawanya menuju rumahnya. Harapanku terpenuhi , dia seperti malaikat yang menolong seseorang yang tengah kesulitan. Dia merawatku dengan baik , aku sangat menyayanginya. Setiap pagi aku selalu mengganggu sarapannya tapi dia tidak pernah marah. Aku selalu mengusiknya disela sela dia bekerja , bahkan saat dia tertidur aku selalu berada disampingnya. Ken memang pria yang sangat baik, tapi entah mengapa selalu terlihat wajah murung setiap dia pulang ke rumah ini. Ken selalu terlihat sedih setiap tanggal 8.
“Hey tom , apa kau ingat kapan indukmu meninggalkanmu?” tanyanya
“Meoww” aku hanya mengeyong berharap dia bisa mengerti apa yang ku utarakan.
“yah, aku juga kehilangan orang yang ku sayang pada tanggal 8. Tanggal 8 bulan April adalah tanggal yang paling ingin aku lupakan” sambungnya
Sepertinya Ken sangat mencintai orang itu , setiap tanggal 8 dia selalu pergi ke luar rumah sambil membawa bunga. Mungkin dia pergi ke makam orang yang sangat ia cintai itu. Aku berusaha membuat Ken tersenyum ketika raut murung terlihat diwajahnya, dengan kekonyolan dan tingkahku, aku senang bisa membuatnya kembali tersenyum.
“Aku berharap waktu bisa terhenti ketika aku dan Ken sedang bahagia bersama” batinku
Kegiatan yang kami lakukan setiap hari hampir tidak ada yang berbeda. Kami selalu melakukan hal yang sama. Pagi hari Ken sarapan bersamaku lalu dia pergi untuk bekerja , siangnya aku hanya tidur dan menunggu hingga Ken pulang, dan malamnya kami bermain bersama hingga salah satu dari kami tertidur terlebih dahulu. Ada kalanya Ken mengajakku pergi, namun tetap saja kebersamaan kami memang hal yang sangat membahagiakan. Hingga tidak kami sadari 8 tahun sudah berlalu semenjak dia menemukanku di taman saat itu.
“Tom.... Tom.... dimana kau??” ucapnya mencariku bingung
“Meow...” aku langsung menyambutnya dengan lembut dan membiarkan dia mengelusku.
Tapi entah mengapa ada yang berbeda denganku hari ini. Aku tidak tau mengapa tubuhku bisa sangat lemas hari ini. Padahal , aku hampir tidak pernah merasakan kelelahan yang teramat sangat seperti ini walaupun bermain seharian bersama Ken.
“Tom? Kamu kenapa? Kok kelihatannya kamu sakit?” tanya Ken
Aku hanya memejamkan mataku dan terlihat lemas saja didepan Ken. Dengan segera Ken membawaku menuju dokter hewan terdekat untuk mengecek kesehatanku. Sesampainya disana aku pun masih tertidur lemas sambil dokter memberiku suntikan energi.
“Bagaimana dokter??” tanya Ken cemas
“Sayang sekali tuan, dia sudah mencapai batasannya. Sudah saatnya dia istirahat” kata dokter
Melihat Ken meneteskan air mata , aku tau bahwa sebentar lagi sudah saatnya bagiku untuk berpisah dengannya. Kami pun pulang namun tidak segera menuju rumah. Ken membawaku dengannya menuju taman dimana tempat kami pertama kali bertemu. Ken mengelusku hingga matahari hampir terbit. Dan muncul keajaiban saat itu juga.
“Ken, Terima kasih untuk selama ini. Aku senang bisa bersama denganmu, kebersamaan kita saat itu , jangan sampai kau lupakan ya” kataku
“Tom?!?.. kamu bicara?” tanya Ken terkejut
“Yah , mungkin sudah saatnya kita berpisah , sebenarnya aku ingin makan ikan bersama mu lagi seperti saat itu , tapi sepertinya sudah tidak sempat lagi. Maafkan aku tidak pernah bisa membantumu dan hanya merepotkanmu. Dan kumohon jangan membenci tanggal 8 April, karena itu adalah tanggal dimana kita pertama kali bertemu. Terimakasih Ken” Ucapku untuk terakhirkalinya

“Tom!?!” Ken menangis terisak bersamaan dengan mataku yang mulai tertutup secara perlahan. Aku sangat menyukai majikanku. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...