Langsung ke konten utama

Petualangan Di Shiltz (Chapter 02)

Chapter 02 : Kemunculan Zeon sang Barbarian.
            Setelah Peperangan yang memusnahkan para Prophet dan Priest di kaum gypsi di Hutan Kematian, aku pun dibawa ke kota Elim dan tinggal di rumah Trickster yang akhirnya menjadi temanku itu. Suasana hatiku masih hancur mengingat perkataan ayahku. Apakah aku benar benar bisa mengalahkan Lucifer sang raja Iblis, itu masih belum bisa kujawab. Sesekali aku menengok keluar melihat pemandangan kota Elim. Kota yang Penuh dengan berbagai pejuang di Shiltz ini. Di pusat kota terdapat Air mancur yang merupakan Maskot kota ini. Sebuah Kastil yang ditinggali oleh sang Raja Shiltz Arus dan Permaisurinya Claire juga terlihat dari balik jendela ini. Lampu kota yang belum menyala karena masih siang , serta Papan Wawa bunny yang digunakan untuk berlatih adalah gambaran dari kota yang penuh perdamaian itu. Beberapa orang Asyik berdagang dan hanya bersantai santai saja , ada juga yang sedang berlatih di papan wawa bunny itu. Aku hanya menatap luar sambil menahan kesedihan yang masih mengenai hatiku.
“Clen.. Mau makan apa?” Tanya Shun ketus , namun aku tak menghiraukannya
“Hei... Kau mau makan apa?” tanyanya sekali lagi , namun tetap tidak ku gubris.
“Lucky Strike!!!” Dia menembakan salah satu Kartunya kepadaku kepadaku dan mengenai kepalaku. Akhirnya aku menoleh kearahnya dengan tatapan menakutkan.
“hei hei... ayolah aku hanya bercanda Clen.. Kau seperti orang tuli sih hehehe...” Dia mulai sedikit meledekku
“Aku tidak ingin makan Shun... aku hanya akan menghabiskan sisa hidupku disini..” kataku
“Apa kamu bilang!!! Kalau kamu disini terus aku bisa bangkrut dong!!” Teriak Shun tidak ikhlas.
Suaranya yang melengking membuat telingaku lama lama sakit. Shun adalah Seorang Trickster , sesuai dengan jobnya dia membawa sebuah Lucky Dagger serta Topi Badut dan pakaian serba berwarna pink dengan bola bola berwarna kuning di setiap ujung kaki , bahu dan ujung topinya. Wajahnya sedikit imut sih tapi tetap saja suaranya yang melengking membuatku sebal.
“Tentu saja aku akan segera pindah..” ucapku
“Memang kamu punya uang untuk menyewa hotel ataupun tempat tinggal?” Tanyannya
“Tentu saja tidak dasar bodoh “ ucapku ketus
Tiba tiba sebuah kursi kayu melayang mengarah kepadaku dan DUAK!! Kursi itu mengenai kepalaku dan itu terasa sangat sakit. Shun sudah mencoba menghiburku selama ini , namun sebagai Trickster dia sudah gagal karena tidak bisa membuatku tersenyum sedikitpun.
“Kamu harus kuat Clen!! Kamu itu Prophet!! Seorang Pejuang utusan para Elim!! Lupakan saja Semua Kaum mu !! Tapi jangan lupakan kehangatan yang kamu dapatkan dari mereka!” Kata kata Shun membuat hatiku tertegun, dan tiba tiba saja shun menunjukan wajah terjeleknya dan hal itu berhasil membuatku tertawa terbahak bahak. Berkat Shun Aku jadi bisa tertawa dan menerima kenyataan ini. Aku dan Shun memutuskan untuk makan bersama di Bar kota Elim. Disana katanya adalah rumah makan ter enak di seluruh Shiltz. Tapi sebelum menuju ke Bar Elim kami memutuskan untuk melewati Air mancur di pusat kota. Papa wawa bunny yang terpampang sedang dipukuli oleh para pejuang yang sedang berlatih. Tiba tiba saja mataku tertuju kepada seseorang yang mengeluarkan sebuah skill yang luar biasa.
“TORPEDO SLASH!!!” Skill itu membuat sebuah papan wawabunny hancur lebur , padahal setauku papan itu sangat sulit untuk dihancurkan. Seorang Barbarian dengan  Oni Sword nya dan Set Oni yang membuatnya semakin gagah. Dengan rambut berwarna abu abu serta Dark wodden wing di punggungnya membuatnya semakin terlihat sangat kuat.
“ Hei hei.... Bagaimana Pendapatmu Prophet!! “ Teriaknya kepadaku , padahal aku tidak mengenalnya sama sekali dan sebenarnya aku memang tertarik melihat skill yang sangat kuat tadi.
“Lumayan lah...” Kataku dengan nada cuek.
“Heeee hanya itu saja??!! Baiklah... sekarang lawan aku... kita bertaruh... yang Kalah... Harus mentraktir ke Bar Elim” katanya
“Trima saja Clen... siapa tau kamu bisa menang dan kita bisa makan gratis” Bisik Shun kepada ku
“Tapi kau tidak lihat tebasannya tadi? Aku bahkan tidak bisa mengukur seberapa kuat dia “ bisikku kembali kepada Shun
“Heii jangan hiraukan aku!! Kamu meremehkanku yaa!!” teriaknya kepadaku
“Haduhh... Beberapa hari lalu aku mengenal trickster yang sama brisiknya denganmu... tapi sepertinya kebrisikanmu itu sedikit diatas batas ya.. baiklah aku trima” kataku
“heeeiih... kau pikir aku sebrisik dia?” ucap Shun yang terlihat kesal
Kami berjalan menuju area pertarungan Colloseum , Ditengah Colloseum terdapat Pilar yang dapat mencegah terjadinya pertarungan yang berlebihan , sehingga para petarung disini tidak akan bisa mati akibat serangan orang lain.
“Baiklah... ayo kita akhiri sekarang prophet!!” Teriaknya
“kau ini Berisik sekali ya...” Kataku
“Baiklah... kita mulai pertarungannya..!! 3...2....1.... mulaii!!” Ucap Juri pertarungan
“Bless, Protect , Devine Force, Wind rush!!” Aku mengucapkan mantra supporting supaya akurasi , pertahanan , serangan dan kecepatan bergerakku meningkat.
“Charge!! Double Slash!! “ Tebasan super cepat dilancarkan Barbarian gila itu namun aku berhasil menangkisnya
“Heee... Lumayan juga kau prophet! Bagaimana dengan ini!! Death Slash!!!” Tebasan super kuat yang meretakkan sebagian tanah itu mengarah kepadaku , namun sekali lagi akibat Wind rush aku jadi mudah menghindarinya.
“Double Sword!!” Pedang Onii yang digunakannya tiba tiba terlempar kearahku, tapi aku segera bertahan
“Fanaticm!!!” Sebuah Perisai pelindung melindungi ku dari pedang tadi. “Rasakan Pukulan ini!!! GIANT SWING!!” Aku mengumpulkan semua kekuatan kedalam Crusade Mace milikku dan hasilnya , Mace ku bercahaya dan aku gunakan untuk menebas Barbarian tadi. Tapi anehnya meskipun terkena seranganku dia seperti tidak berasa.
“wow... pukulan yang menakutkan.. untung saja tadi sedikit meleset, jika tidak aku pasti sudah hancur” katanya , dia mengambil kuda kuda seperti sedang mengumpulkan tenaga dengan jumlah besar.
“Wrath!!” Aku meningkatkan kekuatan serangku menjadi lebih tinggi lagi. Dan bersiap mengambil skill terkuat yang aku miliki untuk segera mengakhiri ini.
“TORPEDO!!!!! SLASH!!!!!” Teriak Barbarian itu. Sesuai dugaanku dia akan menggunakan skill Terkuatnya, sama halnya denganku yang mengeluarkan skilll terkuatku.
“Judgement!!!” Aku melompat dan melemparkan seluruh energku yang tersisa kepada barbarian itu. Terjadi tumbukan dua energi antara angin dan cahaya , kami sama kuat tapi akhirnya akulah yang terpental. Barbarian itu dengan sedikit kekuatannya yang tersisa mencoba bangkit dengan pedangnya, aku masih tergeletak disana.
“Pemenangnya adalah..... Sang Barbarian!!!” Teriak Juri Pertarungan. Aku melihat Shun menempelkan telapak tangan ke dahinya dan terlihat sangat kecewa, tentu saja karena dia yang harus membayar biaya taruhan karena aku tidak punya uang sepeserpun.
“Mega Cure!!” Sihir dari Juri pertandingan memulihkan semua energi dan menghilangkan luka luka di badan kami.
“Kau sangat hebat prophet , baru kali ini ada orang yang mampu mengimbangi ku dalam hal kekuatan” Pujinya
“ya , sebenarnya ini pertama kali aku bertarung melawan seseorang secara langsung.. jadi aku belum berpengalaman... biasanya aku hanya menghajar piya dan beanie saja (Bale Level Rendah) dan paling paling Water Crabs, Jadi menurutku kamu memang lebih berpengalaman” Ucapku merendah
“Apa!! Kamu hanya bertarung dengan monster monster kecil namun sudah bisa mengimbangi ku!! Tak kusangka kau sekuat itu... Siapa namamu!! Aku harus mengingat nama orang yang kuat!” Ucapnya seolah tak percaya perkataanku
“Aku Clen , dan dia temanku Shun” Kataku
“haii” ucap Shun
“Lalu Siapa kamu sebenarnya?” Tanyaku penasaran

“Aku adalah Zeon , Barbarian Terkuat dari kota Lime!” Tegasnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...