Langsung ke konten utama

Fall in love with You



                                       



                                                 FALL IN LOVE WITH YOU


             Namaku Kei Takebuchi , aku bersekolah di SMA Suimei. Aku memiliki seorang kekasih yang tinggal jauh karena dia sudah ada di Universitas di Tokyo namanya kak Tano. Aku memiliki banyak teman , tapi hanya tiga yang dekat denganku yaitu Minami Shiodome , Migiwa Sayu dan Suhei Kudou. Kudou biasa ku panggil Washu. Suatu hari ketika kami berbincang bincang disekolah guru memberi pengumuman kalau ada siswa baru yang masuk ke kelas kami hari ini. Siswa itu pindahan dari SMA favorit di Tokyo, dia siswa yang sangat jenius. Saat dia memperkenalkan diri tiba tiba Suhei berteriak.
“D-Ize!!” teriak Washu
“owh… Suhei apa kau kenal dia?” Tanya pak guru
“Tentu saja pak… dia temanku sejak kami masih TK sampai akhirnya dia pindah saat kelas 6 SD” jawab Washu
“Baiklah , silahkan duduk Dizero ichiro “ kata guru
Lalu kami menjalani pelajaran , lalu saat istirahat aku mencoba akrab dengan dia tapi dia seperti tidak peduli. Lalu kami bertiga berencana pergi kerumah Washu sepulang sekolah. Kami makan malam dirumah Washu , dan saat makan malam aku mendapat e-mail dari pacarku yang isinya dia ingin putus karena  hubungan yang jauh ini. Lalu aku merelahannya saja , dan keesokan harinya aku tak sengaja mendengar Migiwa dan Minami membicarakanku.
“Kasian juga ya Kei… dia barusaja diputusin” Kata Minami
“iya.. seharusnya dia cerita dengan kita… padahalkan kita temannya..” kata Migiwa dengan agak sedih.
“mungkin dia sudah tidak menganggap kita teman…” kata Minami
Saat mendengarkan mereka telingaku langsung ditutup oleh tangan D-ize. Aku merasa suara Minami dan migiwa sudah menghilang. Aku memegang tangan D-ize dan sangat terasa hangat, lalu tiba tiba Migiwa dan Minami menemukanku dan mereka meminta maaf sudah membicarakan dia dibelakang. Setelah itu kami menuju kelas setelah pulang sekolah terkecuali D-ize yang tidak mau ikut untuk merayakan pesta akan putusku dengan kak Tano. Washu menyanyi lagu Galau untuk ku dan yang lain membawa cemilan untuk merayakan putusku karena bagi mereka kak Tano tidak pantas untukku. Setelah itu kami pulang saat di perjalanan sepedaku menabrak D-ize dan kami ngobrol sebentar dengannya.
“D-ize… terimakasih ya…” kataku
“untuk apa? “Tanya nya
“untuk tadi siang… andai tadi tidak ada kamu…. Aku pasti sudah tidak berteman dengan Migiwa dan Minami….” Kataku dengan air mata yang menetes
“hahaha… kenapa kamu menagis… dasar aneh…”
“Huh… tidak sopan tau memanggil cewek dengan sebutan aneh!!” bentakku
Lalu D-ize merangkul kepalaku dan itu terasa sangat lembut dan hangat , dan semenjak kejadian itu aku selalu ingin segera sampai disekolah untuk melihat wajahnya dan senyum manisnya. Aku selalu memikirkannya saat tidak bersamanya.
 “Kei… Jatuh cinta ya? Hahaha” ledek minami
“heh… apa maksudmu…” bantahku
“hahaha tenang saja sudah wajar wanita yang baru putus ingin segera dapat yang baru “ ledeknya
Hubungan pertemanan kami akhirnya kembali erat. Lalu pada hari minggu saat aku sedang menuju toko buku aku melihat nenek yang sedang kesusahan. Aku mencoba menolongnya dan mengantarnya pulang. Sampai dirumah nenek itu entah kenapa ada D-ize disana.
“owh.. nenek kenapa pergi tidak bilang bilang… , loh kok ada Kei ?“ Tanya d-ize heran
“owh jadi kalian saling kenal…D-ize siapkan makan siang untuk tamu kita… “ kata nenek D-ize
“Maaf merepotkanmu D-ize… “ Kataku
“Ah.. tidak apa apa…. “ Katanya
Lalu aku membantu D-ze membuat makanan dan hasilnya gosong. Tapi akhirnya kami berhasil membuat camilan. Aku yang sedang ingin mengiris Melon yang dibeli neneknya malah melukai jariku, seketika itu D-ize langsung menghisap darah yang keluar dari tanganku. Aku menatap muka D-ize dengan sangat dekat hampir seperti orang berciuman. Wajahnya sangat tampan dan manis. Lalu tiba tiba Washu datang
“Hoi… kalian sedang apa? “ kata Washu yang mengagetkan kami berdua
“Ah… kami… cuma… tanganku teriris.. ah itu dia… iya tanganku teriris dan D-ize mencoba membantuku.” Kataku
“owh begitu… D-ize , ini kemarin keluargaku di desa panen jeruk… ayo kita makan bareng disini sekalian makan siang.” Kata Washu
“o iya…. Washu.. tolong besok belikan Hikari makanan ya…” kata D-ize
“he.. hikari itu siapa? “
“dia Kucing kesayangan D-ize… mau ku tunjukkan.. mari ikut aku “
Lalu kami pergi ke halaman belakang rumah D-ize , disana ada kucing dengan bulu yang halus dan badan yang mungil sedang tertidur.
“Wah… manis sekali kucing ini , berapa usianya?” tanyaku
“Baru 3 bulan… kucing ini pemberian Washu… dia memberiku Hikari setelah induknya ber anak banyak” kata D-ize
Akhirnya kami ngobrol bersama sampai larut , dan aku akhirnya pulang bareng Washu. Diperjalanan Washu bilang kalau D-ize hanya tinggal dengan neneknya di sini karena ayah dan ibunya sibuk di Tokyo. Ia merelakan beasiswa keluar negeri hanya untuk mengurus neneknya yang sudah merawat D-ize sejak kecil.
“Dia memang anak yang beruntung memiliki nenek yang baik” kata Washu
“ya begitulah “ kataku
“Dia orang yang rela berkorban untuk membalas jasa jasa neneknya… Dia adalah…. Orang yang Baik “ Kata Washu dengan menatap kelangit
“Ya.. dia memang orang yang paling peduli dan orang yang baik” kataku
            Lalu Akhirnya sekolah kami mengadakan sebuah dharma wisata kesebuah gunung , aku yang ingin sekali mengobrol dengan D-ize malah D-ize tidur karena mudah mabuk kendaraan. Aku mulai memikirkan perasaanku terhada D-ize , mungkinkah aku menyukai D-ize. Lalu kami mulai melakukan pendakian. D-ize jauh didepanku padahal aku berharap kalau hari ini menjadi hari yang menyenangkan untukku. Lalu saat berjalan kakuku tersandung batu.
“kau tidak apa apa?” Tanya Minami
“uh..kakiku sakit sekali..” kataku
“ada apa ini? Wah kakimu berdarah…Harus segera diberi obat anti kuman supaya kakimu tidak infeksi..” kata D-ize yang berjalan kembali demi menolongku
“ohh baiklah…. “ kataku
“kalian lanjutkan saja pendakian , aku akan membawanya ke pos pengawasan.”
Kesialan datang , saat di perjalanan hujan pun turun , kami mencari tempat yang teduh supaya tidak kebasahan. Lalu saat itu aku menggigil dan D-ize memberiku jaketnya supaya aku tidak mengggil. Kami ngobrol sedikit mengenai kesehatan neneknya , dan tiba tiba kilat memancar dan membuatku takut, dengan tiba tiba aku memeluk D-ize.
“uh…maaf aku takut petir” kataku
“tidak apa apa kok… “ lalu D-ize juga memelukku dengan erat
“ano..bisa lepaskan aku..?” kataku
“ada apa? Kau tidak senang ya…. Maaf aku memelukmu dengan erat…”katanya
“bukan.. bukan itu maksudku… aku hanya sedikit merasa pusing “ kataku
“pasti kau kena demam, kita baru saja kehujanan walaupun sudah berteduh” kata D-ize
Lalu setelah hujan reda D-ize menggendongku menuju pos pengawasan , dan saat itu aku tiba tiba tertidur. Keesokan harinya aku sudah berada dirumah padahal yang lain masih menjalani dharma wisata. Jadi aku menjalani hari hariku dengan berbaring di kasur hingga masuk sekolah. Setelah itu  aku dan D-ize berencana untuk pergi berbelanja karena neneknya sedang sakit.  Di perjalanan pulang kami bertemu Washu yang membawa sebuah semangka yang amat besar. Kami berencana menginap dirumah D-ize hingga neneknya membaik. Saat di ruma D-ize suasana sangat sunyi. Aku tidak suka suara sunyi karena terbiasa rumahku berisik. Akhirnya pada keesokan harinya dikotaku mengadakan pesta kembang api besar besaran dalam rangka menyambut hari ulang tahun kota ku. Kegiatan itu dilaksanakan pada malam hari. Kami mengajak Washu , Minami , dan Migiwa. Tetapi mereka tidak bisa. Akhirny aku dan D-ize saja yang melihat pesta kembang api dipemantangan sungai. Saat diperjalanan kami mengobrol.
“ng… ano…D-ize?” kataku
“ada apa?” jawabnya
“nanti ada hal yang harus kubicarakan” kataku lagi
“katakana saja sekarang, Aku nanti juga ada yang ingin kubicarakan.” Kata D-ize
“Kalau sekarang sama saja… tidak ada artinya tanpa kembang api…” kataku
“Ya sudah ayo segera bergegas supaya tidak ketinggalan…” kata D-ize
Lalu D-ize menarik tanganku dan berlari bersamaku. Sesampainya dipemantangan , kami melihat pesta kembang api dimulai. Aku sangat senang dan mulai mengatakan sesuatu.
“D-ize… tadi kamu mau bicara apa?” tanyaku
“Kalau kau bagaimana , kembang api sudah dimulai…. Cepat saja” kata D-ize
“bagaimana kalo kita mengatakan bersamaan….” Ajak ku
“Baiklah….1…2…3…. Mulai…” Kata D-ize
“Aku Suka padamu….!! “ Kami mengatakannya bersamaan
“are….. , kau juga Suka padaku D-ize?” Tanyaku
“ng… gimana ya… itu memang kenyataannya… “ Kata D-ize
“Kalau begitu apakah sekarang kita bisa menjalani ini bersama sama… ?” tanyaku
“Tentu saja…. “ Jawabnya , sambil D-ize memelukku
Saat kejadian itu ternyata Washu , Minami dan Migiwa sudah merencanakan supaya Cuma kami berdua, mereka mulai meledek kami tetapi kami tidak menghiraukannya. Akhirnya Masa Masa SMA ku kuhabiskan dengan bercinta dengan D-Ize.

                                                            THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...