Langsung ke konten utama

Ghost Hunter at School

GHOST HUNTER ADVANTURE AT SCHOOL
Karya : Ilham Maulana (Mr.I)

            Aku adalah Tania salah satu anggota di Ghost hunter. Ghost hunter adalah salah satu organisasi yang memiliki anggota dengan kekuatan supranatural untuk mengusir mahkluk astral yang menggangu. Suatu hari kami mendapat permintaan dari kepala sekolah SMA Yumichika karena katanya sekolah itu mendapat gangguan mahkluk astral yang membuatmurid mereka takut untuk bersekolah disana lagi.
“teman-teman kita diminta melakukan pengusiran hantu di SMA Yumichika “ kata Ezun ketua organisasi Ghost hunter.
Lalu kami memulai pergi ke SMA yumichika dan mulai menyelidiki mahkluk apa saja yang menggangu mereka. Yuka salah anggota di Ghost hunter memiliki kekuat            an untuk melihat dan merasakan keberadaan mahkluk mahkluk astral. Zero dan Ichi adalah anggota yang bisa melakukan pengusiran dengan mantra mantra ajaibnya. Sedangkan aku dan Ezun adalah anggota yang bisa melakukan penetralan kepada mahkluk astral merasuki tubuh seseorang. Baru hari pertama kami datang kesekolah itu sudah ada 3 orang siswa yang sudah dirasuki mahkluk disekolah itu. Kata Yuka mahkluk yang mengganggu sekolah ini semacam gadis korban pembunuhan dan 2 ekor siluman rubah. Jadi sore harinya zero dan Ichi melakukan pengusiran di sekitar sekolah.
“Rin , Pyou , to , sah , kai , jin , retzu , zai , zen!” usir Zero dan ichi sambil membaca mantra ajaibnya.
“Bagaimana Yuka ? apa mereka sudah pergi?” tanyaku
 “mereka mahkluk yang tidak mengganggu malah pergi sedangkan gadis dan 2 ekor siluman itu belum pergi , mereka itu mahkluk dengan kekuatan yang cukup besar “ jelas Yuka
Lalu keesokan harinya kami memasang kamera suhu di setiap ruangan yang memiliki energy yang kuat. Belum ada beberapa jam setelah camera dipasang , suhu disekitar kelas 3-2 menurun drastic yang menandakan adanya mahkluk astral itu. Aku dan Zero langsung pergi ke kelas 3-2 , tapi sayangnya kelas 3-2 sedang ada pelajaran tambahan untuk persiapan ujian, jadi ruangan tersebut dikunci.
“Tolong ! buka pak guru! Ada mahkluk disa…” belum selesai Zero memperingatkan tiba tiba ada sekitar 2 orang yang dirasuki
Kami langsung mendobrak pintunya , tapi tiba tiba jumlah siswa yang dirasuki makin banyak sekitar 5 orang , aku harus menetralkan 5 orang saat itu.
“wahai mahkluk yang mengganggu ketenangan sekolah ini , segeralah pergi dan jangan mengganggu orang yang aku sentuh ini !” usir ku sambil menempelkan kertas bertuliskan huruf china kepada korban yang dirasuki
Lalu setelah kejadian itu siswa kelas 3 disuruh kembali kerumah mereka masing masing , lalu Yuka mencoba melakukan komunikasi dengan arwah gadis yang mengganggu sekolah ini. Yuka bilang kalau gadis itu tidak tenang karena jasadnya masih berada di sekolah ini , dan dia mau kalau jasadnya dikuburkan dengan layak. Kami mulai mencari dimana jasad gadis korban pembunuhan itu. Kami  membagi tim menjadi 2 kelompok yaitu kelompokku dengan anggota aku , dan Ichi. Sedangkan Zero dan Yuka dikelompok yang satu lagi dan Ezun memantau kamera suhu di base (tempat kami memantau kamera). Kami mencari jasad gadis itu pada malam hari. Akhirnya pada pukul 9 gadis itu menampakan wujudnya didepanku
“Rin , Pyou , to , sah , kai…. “ Ichi mencoba mengusirnya
“jangan ! tunggu Ichi , dia ingin memberitahu sesuatu !” cegah ku
“h…h..hei… p…pergilah k..ke halaman belakang sekolah… disanalah jasadku berada , cari disekitar sana…” kata arwah gadis itu yang tiba tiba menghilang
Kami lalu mengomunikasikan kepada Zero dan Yuka kalau jasad gadis itu di halaman belakang sekolah. Lalu Ezun menghubungkan kami dengan alat komunikasi
“Yuka…Zero…dengar…suhu ruangan dimana tempat kalian berdiri menurun Drastis ! cepat pergi dari sana!” kata Ezun yang sedang memantau kamera suhu
“iya Ezun kami juga mera…” tiba tiba Zero terkejut karena Yuka dirasuki siluman Rubah
Aku dan Ichi langsung menuju ke tempat Yuka karena Zero tidak bisa melakukan penetralan , baru kami sampai ditempat itu , Ichi juga dirasuki siluman rubah yang lain.
“Arghh… Arr… Arr….” Suara Ichi berubah seperti seekor rubah
“grrr Graw….” Begitu pula suara Yuka
Tanpa pikir panjang aku langsung melakukan penetralan kepada 2 temanku itu .
“wahai mahkluk yang mengganggu ketenangan tempat ini , segeralah pergi dan jangan mengganggu orang yang aku sentuh ini !” usir ku sambil menempelkan kertas bertuliskan huruf china
Tapi sayangnya aku hanya membawa 1 kertas China jadi hanya Yuka yang mampu ku netralkan , saat itu tiba tiba Ichi menyergap zero. Untungnya Ezun segera datang sambil membawa kertas jimat yang banyak dan mulai menetralkan Ichi. Setelah penetralan kami berlima pergi ke tempat dimana jasad wanita itu berada. Kami menguburkannya di kuburan terdekat di dareah dekat sekolah itu. Tapi semua belum berakhir , sang arwah gadis memang sudah tenang tetapi tidak dengan para siluman rubah. Yuka mencoba berinteraksi tapi mereka tidak bisa diajak berbicara karena bahasa mereka menggunakan bahasa hewan. Jadi kami mencoba menelusuri mengenai Sang Rubah. Setelah 7 hari kami masih melakukan Expedisi , Yuka saat sedang pergi ke kamar kecil diganngu oleh sesosok wanita yang menggunakan pakaian yang indah layaknya ratu. Dan yuka mulai berinteraksi
“Wahai ratu Rubah , mengapa anak buahmu mengganggu tempat ini? “ Tanya Yuka
“Aku akan memberitahumu…” kata Sang Ratu rubah
“apa itu Yang mulia?” Tanya Yuka
“tempat ini dulunya adalah wilayah kekuasaan mereka sebelum menjadi budakku. Dan sekarang mereka sudah tidak menjadi budakku dan mencoba merebut kembali tempat ini” Jelas sang Ratu
“lalu bagaimana kami mengusir mereka yang mulia?” Tanya Yuka
“kalian harus bertarung dengan mereka dan menangkap mereka kedalam botol dan melemparkannya ke sungai Kimushi “ jelas sang ratu yang lalu menghilang dengan sendirinya
Kami mulai merencanakan bagaimana cara melawan Rubah itu , dan akhirnya kami meminta salah satu siswa sebagai umpannya kami menyuruh siswa itu ke lapangan sekolah dan berdiam diri hingga siluman rubah muncul. Akhirnya mereka datang dan mencoba merasuki siswa yang jadi umpan.
“Naumaku san manda bazaara dan kan! “ Zero mengalahkan 1 rubah dengan mantranya.
Tetapi saat hendak memasukan 1 rubah yang telah kalah rubah yang lain memakannya sehingga tubuh rubah itu menjadi lebih besar dari sebelumnya. Zero dan Ichi mencoba mengalahkannya tetapi tidak berhasil.
“Rin , Pyou , to , sah , kai , jin , retzu , zai , zen! “ Usir Ichi
“Naumaku san manda bazaara dan kan!” Usir Zero
Karena mereka semua sudah kelelahan jadi aku memutuskan memakai kekuatan yang aku kumpulkan beberapa bulan ini.
“Safara Youmu kaieru zen zen Kekkai!! Wahai mahkluk yang mengganggu ketenangan tempat ini , pergilah dengan damai dan cari tempat yang lebih layak untukmu!” ucapku
 Seketika itu juga Ezun mengambil botol yang sudah dipasang kertas jimat penghalang dan Mahkluk Rubah itu masuk kedalam botol dan kami membuangnya ke sungai Kimusi seperti perintah Ratu rubah. Setelah rubah menghilang sekolah itu tidak pernah mendapatkan gangguan lagi dari mahkluk astral.


THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...