Langsung ke konten utama

HUJAN ANIME DAN CINTA


                                           

                                               HUJAN ANIME DAN CINTA

       Rintik-rintik hujan dan suara halilintar membangunkan melody dari tidur lelapnya. Perlahan dia membuka matanya dan memalingkan pandangan ke jendela kamarnya. “Argh.. hujan turun lagi,” desahnya perlahan. Sejenak dia teringat tentang kejadian waktu itu, saat dia masih duduk di kelas sepuluh SMA. Jika dia boleh memilih, dia ingin terlelap tanpa terbangun saat hujan turun agar dia tak mengingat masa lalu yang kelam itu. Begitu sangat kelam masa lalu itu, “hapuskan memory tentang itu Ya Rabb…” desahnya lagi.
“Melody, ayo bangun cepat. Katanya kamu mau ke toko buku?”
Terdengar perempuan paruh bayah memanggilnya, Bu ajeng bibinya. Hari ini melody berencana ke toko buku andromeda untuk membeli komik seri terbaru anime favoritnya “Naruto”. Walaupun melody sekarang menginjak 19 tahun dan berstatus sebagai mahasiswi salah satu universitas terkenal di Indonesia, tak membuatnya lepas dari kebiasaan lamanya, membaca dan menonton anime. Bagi melody anime adalah inspirasinya, setiap ending dari anime itu selalu berkesan serta amanat perjuangan bagaimana mendapatkan sebuah cinta dan kehidupan cintanya yang tak kalah mengagumkan.
Kalau berbicara tentang cinta, terkadang melody merasa iri dengan tokoh-tokoh yang ada di anime itu. Mengapa setiap kisah cinta yang indah hanya ada di anime?
“Melody, kamu ndengar gak?” teriak wanita itu sedikit emosi.
Bu Ajeng, adalah sosok perempuan yang selama ini dengan sabar merawat melody. Ayah dan Ibu melody sudah lama tidak tinggal di Indonesia. Mereka memilih tinggal di negeri Jiran demi menghidupinya dan membiayai kuliahnya. Sempat dia merasa iri dengan teman-temannya yang selalu berada di dekat orangtuanya.
“MELODY…” teriak perempuan itu sekali lagi dengan suara yang menggelegar bersamaan dengan suara halilintar
“Iya bibi, melody sudah bangun, melody masih siap-siap” jawabnya setengah berteriak
Diambilnya handuk yang tergantung rapi di gantungan belakang pintu kamarnya. Dia segera bergegas ke kamar mandi, dia tak ingin mendengar ocehan bibinya lagi.
Dipandangi barisan buku yang tertata rapi diruangan bercat putih itu. Melody membolak-balik dan meneliti satu persatu setiap cover halaman buku itu, “nah ketemu” ucapnya pelan saat ditemukannya komik naruto seri terbaru. Diambilnya buku itu, dan dia mulai menoleh kesana kemari memastikan apakah ada kursi kosong untuknya duduk.
“ehh, manusia setengah anime”
Tiba-tiba terdengar suara cowok yang serasa tak asing bagi melody. Siapakah? dia menoleh cepat-cepat berharap itu bukan cowok yang dia maksud. Ternyata harapan melody meleset.
“Ngapain kamu kesini? Mau cari update terbaru anime? Atau mau lihat-lihat komik anime terbaru?” katanya lagi setengah menyindir
Sudah terbiasa melody mendengar ocehan-ocehan seperti itu dari mulutnya. Namanya Kevin, tapi bukan Kevin aprilio. Dia adalah cowok sekelas melody yang hobbynya menyindir, malu-maluin, menjahilin dan membuat melody seratus kali seribu derajat lebih dua ratus tiga puluh enam ribu delapan ratus *blablabla tak terdefinisi* marah. Akkh.. Difikir-fikir kevin persis sama madara yang ada di anime naruto yang tidak berperikemanusiaan sama sekali.
“bukan urusanmu” jawab melody singkat seraya memalingkan muka dari kevin
“dasar cewek setengah anime yang gagal. Kalau kamu jadi tokoh di salah satu komik anime, itu komik gak bakalan laku. Haha..” kata kevin lagi setengah teriak sambil berjalan ke luar dari ruangan itu
“kamu tuh monster vampire kelas SD” kata melody perlahan setengah mencibir
Sosok Kevin pun tak terlihat lagi setelah dia berbelok di pertigaan dekat toko buku itu. Dalam posisi yang masih berdiri, entah kenapa niat melody yang awalnya ingin membaca serial anime yang lain di toko buku itu tiba-tiba sirna. Dia ingin segera pulang. Dia ingin meluapkan kemarahannya, rasa kesalnya ke dalam coretan-coretan kecil di buku diary bersampul pink miliknya.
“huhh.. andai aku punya jutsunya sasuke, udah aku raikiri kamu vin” ucap melody kesal
Melody pun segera ke kasir dan berharap cepat-cepat pergi dari tempat itu. Ini semua gara-gara Kevin si monster vampire kelas SD itu.
“32.500 mbak..” kata petugas kasir mengagetkannya.
“oh iya, sebentar” jawabnya seraya mencari dompet di tas kecil miliknya. Namun yang dicari tak kunjung ditemukan. ditelitinya lagi, diobrak-abrik seluruh isi tasnya itu. Namun tetap saja tak ditemukan. Dan ahhh, baru melody ingat ternyata dompet yang dicarinya tertinggal di meja belajarnya saat dia memasukkan uang sisa kemarin. “Bagaimana ini?, pakai credit card iya credit card, tapi mana mungkin, dompet saja nggak aku bawa. Bagaimana ini? Apa aku pulang terlebih dahulu untuk mengambilnya? Hah? jangan deh jangan, ini komik best seller, ntar malah gak kebagian. Ayo melody berfikir.. berfikirrr…” Pernyataan seperti itu berkecamuk memenuhi fikiran melody.
“bagaimana mbak?, banyak yang mengantri di belakang mbak” tanya petugas kasir mengingatkan melody yang semakin membuat dirinya panas dingin tak karuan
“hmm.. anu mas, maaf dompetnya ketinggalan…” jawab melody sambil meringis serasa tak bersalah sama sekali
“ya sudah, mendingan sekarang mbak pulang ambil dompetnya terlebih dahulu, mau beli buku kok dompetnya pake acara ditinggal-tinggal” gerutu sang penjaga kasir yang berumur sekitar 24 tahunan itu
“ketinggalan mas bukan ditinggal” ucap melody setengah emosi. “Bodoh banget sih itu penjaga kasir, mana ada orang meninggalkan dompetnya secara sengaja saat dia mau membeli sesuatu huhh” gerutunya dalam hati
“tunggu apalagi mbak?, di belakang mbak banyak yang antri mau bayar. Kalau mbak sudah nggak ada keperluan bisa keluar dari tempat antrian ini” kata penjaga kasir itu sinis
“Tapi…”
“biar saya yang bayarin” kata seorang cowok di belakang melody yang memutuskan pembicaraannya dengan petugas kasir cerewet itu. “sekalian totalkan sama buku saya” lanjutnya lagi
Melody tak bisa mengucapkan satu kata pun. Bagaimana tidak, cowok yang membayarkan bukunya itu mempunyai paras yang sangat subhanallah. Kalau dilihat-lihat mirip tokoh Oz Vessalius di anime serial Pandora heart. Tuh kan, anime lagi, anime lagi.
“155.000 mas jumlahnya” kata penjaga kasir kepada itu Oz vessalius
“credit card” jawab itu cowok sambil memberikan credit cardnya ke petugas kasir.
Petugas kasir itu pun mulai menggesek credit card milik cowok yang mirip Oz Vessalius itu. “ini mas,” kata penjaga kasir seraya mengembalikan credit card milik cowok itu
“hei, ini komik kamu.” Kata itu cowok kepada melody, tetapi melody tak menggubrisnya, dia masih shock memandangi wajah si cowok berwajah jepang itu. “hello… ini buku kamu, kamu nggak papa kan?” ucapnya lagi dipertegas sambil menggerakkan tangannya ke atas ke bawah di depan mata melody
“e.. ohh iyaa” jawab melody setengah sadar sambil mengambil komik itu. “heh, ngapain kamu bayarin komikku? Jangan bilang itu modus kamu supaya bisa kenalan sama aku” lanjutnya marah-marah saat dia sudah benar-benar sadar.
“haha.. kamu itu lucu ya?” jawab si cowok sambil tertawa. Bagaimana tidak tertawa cobak. Ekspresi wajah melody yang awalnya gugup tiba-tiba marah-marah nggak jelas. Malu-maluin kan?. “aku haruka” lanjutnya seraya mengulurkan tangan
“huahahaha…” giliran melody yang tertawa terbahak-bahak. Si cowok itu pun heran, mungkin dia berfikir melody ini gila. “namamu kayak nama cewek haha” lanjutnya masih tertawa.
“Hah? Nggak di jepang nggak di Indonesia, orang pasti bilang namaku kayak nama cewek” ucapnya murung. “terus nama kamu siapa?” lanjutnya sambil tersenyum manis kearah melody. Membuat melody serasa dihipnotis.
“aku melody, tapi bukan berarti melody yang biasa ada tangga nadanya” balas melody sambil tersenyum.
“melody yang ada tangga nadanya?, itu namanya not bukan melody” katanya lagi sambil tertawa, lagi lagi tertawa.
“i.. itu maksudku” jawab melody malu. “ehh, ya sudah ya aku mau pulang duluan. Nanti uangnya aku ganti. Ini sebagai jaminannya” seraya memberikan kartu nama yang terselip di kantong Hp melody dan segera pergi berlari ke arah tempat parkir motornya
“dasar cewek aneh” ucap haruka perlahan sambil menatap kartu nama yang baru didapatnya.
Sesampai di rumah melody langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Betapa sangat memalukan sekali kejadian yang dialaminya tadi. “Tapi, kalau diingat-ingat itu cowok manis juga. Senyumnya tak bisa hilang dari otakku. Hahh.. apa-apaan aku ini? nggak, pokoknya aku nggak boleh mikirin dia. Nggak boleh!” kata melody perlahan.
tuttt.. tuttt.. Hp melody berdering. “tumben, siapa yang kirim pesan? Pasti operator” ucapnya lirih. Sengaja melody membiarkan pesan itu tak terbaca. Melody melanjutkan menatap langit-langit kamarnya, sesekali dia tersenyum sendiri tanpa sebab semenjak dia bertemu dengan Oz Vessalius ehh Haruka maksudnya. Dan perlahan mata melody pun mulai terpejam
Suara dering alarm membangunkan melody dari tidurnya. Dilihat jendela kamarnya itu dan berharap tidak turun hujan seperti kemarin. Tetes-tetes air tak terlihat disana. Matahari pun bersinar dengan terang tanpa tertutup oleh awan yang berwarna keabu-abuan itu..
Tutt.. tuut.. Hp melody berdering. Dilihatnya 3 pesan masuk dari nomor baru. Dia buka satu persatu secara beruntut.
“hai cewek aneh, ini aku Haruka. Kamu masih punya hutang loh sama aku” isi dari pesan pertama. Dan Melody melanjutkan membaca pesan yang kedua
“kamu sudah tidur ya? Ya sudah selamat tidur ya, mimpi indah, sambil senyum tidurnya. Dan ingat, kamu masih punya utang sama aku haha” melody pun mulai geram. Dilanjutkannya lagi membaca pesan yang terakhir. Masih sama, pesan dari haruka
“selamat pagi cewek aneh, mataharinya bersinar terang loh. Coba deh lihat ke jendela, ehh jangan dulu. Mending kamu buruan mandi sana. Cewek aneh bau :p” begitulah isi pesan yang terakhir. Melody tersenyum sendiri “selamat pagi juga Haru-chan” ucapnya perlahan sambil tersenyum
Seperti biasa, melody bergegas mandi dan berangkat ke kampus dengan motor pink miliknya. Semua barang yang dia punya mayoritas berwarna pink. Karena bagi melody warna pink melambangkan keanggunan, keindahan dan ketenangan, ya walaupun sebenarnya warna biru lebih banyak melambangkan ketenangan. Sesampai di kelas, ternyata masih dua-tiga mahasiswa yang datang. Dilihat jam tangan miliknya, “ternyata masih pukul 06.30 wib. Pantas saja masih banyak yang belum datang” ucapnya dalam hati. Dan seperti biasanya lagi, Melody duduk serta mulai melakukan kebiasaannya, yaitu menulis. Dilihatnya ternyata tersisa 3 lembar kertas dibukunya itu
“Ohayou gozaimatsu, melo” ucap kevin yang baru datang
“jangan panggil aku melo, lody ataupun medy. Panggil namaku dengan lengkap monster vampire” jawab melody memperingatkan
“ohayou gozaimatsu, melody” ulang Kevin
“ohayou, Kevin” jawab melody sambil tersenyum
“Nggak biasanya si Kevin kayak gini? Biasanya ngajak ribut. Mimpi apa dia semalam? Cowok aneh” kata melody dalam hati
“kamu sudah sarapan?, ni aku tadi beli roti, satu buat aku satunya buat kamu” sambil memberikan roti coklat kesukaan melody
“thanks, eh tumben-tumbenan kamu baik sama aku? biasanya ngajak ribut terus. Kamu habis kejedot dimana?” jawab melody sambil mengupas dan memakan roti pemberian kevin
“dasar cewek setengah anime nggak jadi, saat aku jahat kamu nggak suka, saat aku mau baik kayak gini kamu malah heran. Apa sih mau kamu?” tanya Kevin heran
“bukannya gitu vin, ya heran aja. Tapi makasih loh ya rotinya. Tau banget kamu kalau aku lagi lapar dan tau banget kamu kalau aku suka roti rasa coklat” jawab melody sambil tersenyum.
“i.. iya sama-sama mel” ucap Kevin. “gila, ternyata senyumnya manis juga. Jangan sampai senyumnya ini sampai diketahui orang lain. Pokoknya senyum kamu hanya untukku mel” ucapnya dalam hati sambil memandangi wajah melody
“kamu kenapa vin?, ada yang salah sama mukaku?” tanya melody heran.
“haha.. nggak kok. Ehh aku ke kamar mandi dulu ya mel” jawabnya sambil berlalu
“cowok aneh..” ucap melody lirih
Sepulang kuliah Melody tak ingin langsung pulang ke rumahnya. Dia ingin berkunjung sejenak ke toko buku Andromeda. Entah kenapa melody ingin melihat sosok wajah Haruka lagi. Ada apa dengan melody? Apakah dia mulai merasakan getaran-getaran cinta setelah lima tahun dia tak merasakannya?
Lima belas menit.. tiga puluh menit.. satu jam telah berlalu, namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung terlihat. Melody pun merasa kecewa, dia mulai sadar bahwa pertemuannya dengan haruka hanya kebetulan dan tak mungkin terulang lagi. Serasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup melody, mengapa haruka bisa membuatnya begini? padahal baru sehari dia bertemu dengan haruka.
Melody pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Mustahil baginya untuk bertemu dengan haruka lagi. Mungkin saja kemarin itu melody hanya bermimpi. Bermimpi bertemu dengan haruka si Oz Vessalius. Melody pun bangkit dari tempat duduknya dan bersiap meninggalkan tempat itu. Namun, seseorang memanggilnya
“Hai cewek aneh” teriak haruka dari jauh.
“hai juga Oz vessalius” balas Melody bahagia. Melody merasa plong bisa melihat haruka lagi. Melody serasa pengen menangis bahagia saat itu. Betapa alaynya dia.
“kamu ngapain kesini? Nyari’in aku ya?” tanya haruka setengah bercanda.
“yee.. siapa juga yang nyari’in kamu” jawab melody bohong. “aku cuma memeriksa update terbaru manga anime kok” lanjut melody sambil mencibir.
“kirain nyari’in aku, kirain kamu lagi kangen sama aku, kirain kamu pengen ketemu lagi sama aku” ucap haruka beruntut seraya tersenyum.
“jangan GR deh jadi cowok. Mukamu itu bukan muka ngangenin” jawab melody mengejek. “Iya aku kangen sama kamu haru-chan” lanjut melody dalam hati.
“aku punya sesuatu buat kamu” kata haruka. “Taraaa…” lanjutnya seraya memberikan kepingan VCD ke Melody.
“wuaaa… vcd the legend of korra terbaru. Ini buat aku kak?” tanya melody memastikan.
“iya mel, itu khusus buat kamu” jawab haruka seraya tersenyum
“thanks kak, wah tahu banget kakak kalau aku belum melihat yang episode ini” melody tersenyum bahagia.
“sama-sama mel. Ehh mel aku pulang dulu ya? Aku ada urusan sama temen. Kamu cepet pulang, ini sudah sore” haruka pamit
“iya haru-chan, hati-hati di jalan. Kalau ada semut minggir ya? Tapi kalau ada truck menengah aja” jawab haruka sambil tersenyum mengejek.
“aissshh… iya aku bakal hati-hati kok. Thanks nasehatnya mel” haruka tersenyum. “Mel, jangan pernah hapus senyum di wajahmu itu ya? Akan sangat indah jika setiap hari senyum itu terukir di wajahmu mel” lanjut haruka seraya meninggalkan melody dalam diam.
Melody ingin sekali berteriak dalam diamnya itu. Kali ini melody benar-benar merasakan kembali getaran-getaran cinta yang sudah lama dinantikannya. Melody pun memandangi vcd pemberian haruka. Melody tak henti-hentinya tersenyum saat dia teringat perkataan haruka “Mel, jangan pernah hapus senyum di wajahmu itu ya? Akan sangat indah jika setiap hari senyum itu terukir di wajahmu mel”. Melody serasa terbang ke awan ditemani kicauan burung-burung yang seakan juga merasakan apa yang melody rasakan.

         Malam harinya setelah menonton vcd pemberian haruka, melody berniat mengirim pesan ke haruka. Akan tetapi melody masih merasa canggung. Masa iya cewek yang ngirim pesan duluan?. Dia pun memberi keputusan sendiri. Jika haruka malam ini mengirim pesan kepadanya itu berarti haruka juga merasakan apa yang melody rasakan.
Tutt.. tuut hp melody berdering, satu pesan masuk dari haruka. “Tuhh kan benar, haru-chan juga merasakan hal yang sama” ucap melody dalam hati. Melody pun membuka pesan itu dengan senang hati.
“Hai cewek aneh, bagaimana sudah dilihat animenya?. Keren kan kisahnya?” begitulah bunyi pesan dari haruka.
Melody membalas pesan itu “hai juga haru-chan, iya animenya sudah aku lihat. Suer kak keren banget (y)”.
Dua menit kemudian balasan dari haruka masuk “haha.. sudah aku duga kalau kamu bakalan suka. Kamu lagi ngapain? Sudah makan?”.
Begitulah seterusnya…
Sudah dua bulan ini Melody dekat dengan haruka. Melody merasa semakin yakin bahwa dia benar-benar menyukai haruka, suka bukan hanya sekedar suka. Tetapi suka dalam hal cinta. Melody berharap haruka juga merasakan apa yang melody rasakan.
Begitu pun dengan Kevin, akhir-akhir ini melody merasa heran. Tingkah laku Kevin semakin hari semakin baik saja kepadanya. Mungkin saja Kevin sadar bahwa nggak setiap hari kevin harus bertengkar dengannya. Melody merasa bersyukur karena melody sudah mempunyai sosok sahabat seperti Kevin. Sosok sahabat yang mau mendengar semua cerita-ceritanya, sosok sahabat yang mau mendengar omelan-omelannya.
“Nanti sore jam empat aku tunggu kamu di toko buku Andromeda mel. Jangan sampai telat, aku mau ngasih sesuatu sama kamu” bunyi pesan masuk dari haruka
“Yesss” teriak melody kegirangan.
“kenapa mel? Kok senang amat kayaknya?” tanya Kevin heran
“nggak papa vin, Cuma mau dapat honor bonus dari ayah” jawab melody bohong
“oh, kirain kenapa. Ya sudah pulang yuk sudah jam satu” ajak Kevin
“yuk, kamu duluan aja vin. Aku masih mau ke perpus ngembalikan buku” ucap melody sambil tersenyum
“ya sudah, aku duluan mel. Sampai jumpa besok” Kevin pun berlalu
Suasana toko buku Andromeda sama seperti dua bulan yang lalu. Hanya saja cat temboknya berubah menjadi warna nila. Melody melambaikan tangan ke haruka yang sudah duduk di tempat duduk yang khusus disediakan untuk dirinya dan melody
“sudah lama ya kak nunggunya?” tanya melody
“tidak juga kok. Aku mau ngasih ini ke kamu mel” jawab haruka sambil memberikan kotak kecil ukuran 10×15 cm kepada melody
“apaan ini kak?” tanya melody heran
“buka saja nanti di rumah, kamu sudah lihat episode terbaru naruto mel?” jawab haruka seraya bertanya
“sudah dong, kakak bagaimana? Itu episode terbarunya keren kak. Nyeritain flashbacknya sasuke. Keren dah pokok” melody antusias bercerita
“sudah lihat aku mel. Percuma kamu cerita panjang lebar, haha..” ejek haruka
Begitulah seterusnya, setiap kali bertemu selalu saja anime anime dan anime yang mereka bahas. Tak disadari oleh melody, Kevin memperhatikannya dari jauh. Kevin merasa sakit, bukan badannya yang sakit. Namun hati kecilnya. Kevin gak rela kalau melody menjadi milik cowok lain selain dirinya
Sesampai di rumah, melody membuka kotak kecil pemberian dari haruka. Ternyata isinya salah satu tokoh anime naruto dalam bentuk boneka lilin. Sungguh indah sekali. Melody sering bercerita kepada haruka bahwa dia menyukai karakter dari sakura di anime naruto. Melody tak menyangka kalau haruka memberinya boneka lilin sakura. Melody merasa sangat yakin kalau haruka juga merasakan apa yang melody rasakan. Minggu depan saat mereka akan mengadakan pertemuan lagi yang kesekian kalinya, melody berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada haruka. Dia tak perduli entah itu cowok yang memulai duluan maupun cewek yang memulai duluan. Melody sudah merasa sangat yakin dengan keputusannya ini
Keesokan harinya di kelasnya, Kevin menghampiri melody. Semalaman Kevin sudah memutuskan untuk bertanya kepada melody perihal cowok yang bersamanya kemarin sore.
“hai mel, kemarin kamu kemana? Hayoo ngedate sama pacar ya?” tanya Kevin memulai pembicaraan
“apaan sih vin, kemarin aku ke toko buku sama si haruka” jawab melody santai
“haruka? Siapa itu? Pacar kamu?” tanya Kevin lagi memastikan
“haha.. pacar? Bukanlah vin. Dia temen dekat aku. ehh kamu tahu darimana? Ngebuntutin aku ya? Hayooo?” melody berbalik tanya
“ng.. ngga kok mel, kemarin cuma tahu kamu aja dari jauh saat aku ke indomaret dekat toko buku itu” jawab Kevin bohong. Beruntung sekali dia punya alasan yang sedikit masuk akal
“kirain buntutin aku vin. Haha..” melody tersenyum
“mel, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?” Kevin mulai serius berbicara
“ah elah vin, kamu mah dari tadi sudah ngomong. Boleh kok mau ngomong apa?” jawab melody tenang
“hm… ehmmm… anu.. anu mel…” Kevin mulai gugup
“apaan vin? Una anu aja dari tadi, kamu mau ke kamar mandi? Kamu kebelet?” melody terkekeh
“hmm.. ehmmm… aku boleh pinjam vcd serial terbaru naruto gak?” Kevin terpaksa melesetkan keinginannya berbicara. Dia merasa belum siap
“ah elah, gitu aja pake acara gugup vin. Ambil saja di rumahku. Nanti sore ambil ya” melody menawarkan
“i.. iya mel” Kevin merasa lega. Dia berniat untuk mengungkapkan yang sebenarnya nanti sore di rumah melody
Kevin sudah bersiap di depan rumah melody, penampilannya sangat berbeda dari biasanya. Memakai kemeja kotak-kotak biru hitam favoritnya. Dan membawa setangkai mawar merah yang disembunyikan secara hati-hati di tasnya. Kevin serasa tak mampu menekan bell pintu rumah melody. Tangannya terasa kaku untuk digerakkan. Dia pun sekuat tenaga mengarahkan tangannya menekan bell pintu itu
Perlahan pintu rumah melody terbuka, terlihat sesosok wanita idamannya keluar dari pintu itu dengan memakai baju pink dan celana jeans hitam. Nampak begitu sangat anggun saat melody memakai baju yang berwarna pink, fikir Kevin
“hai vin, ayo masuk. Aku sudah nyiapin vcdnya. Aku juga mau cerita dan minta pendapat sama kamu” ucap melody seraya menggandeng tangan Kevin masuk ke rumahnya
“ini vin vcdnya” lanjut melody seraya memberikan keping vcd ke kevin. “vin, sekarang aku boleh cerita dong sama kamu?” rengek melody
“silahkan mel,” jawab Kevin. Tak apa baginya mengulur waktunya sebentar untuk mendengar cerita dari melody
“vin, kamu tau kan haruka yang kemarin di toko buku sama aku?” melody memulai cerita
“iya mel tau. Kenapa?” tanya Kevin was-was
“aku suka sama dia vin, bagaimana menurutmu dia itu vin?” lanjut melody
Deg… hati Kevin serasa hancur berkeping-keping. Kevin serasa disambar petir beribu-ribu volt. Harapan-harapannya selama ini, mimpi-mimpinya selama ini tiba-tiba hancur melebur. Kevin tak kuasa berkata sepatah kata pun. Dia hanya terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan melody. Kevin merasa gagal, Kevin merasa dirinya tak bernyawa saat itu juga. Kevin merasa… ahhh tak bisa disebutkan dengan kata-kata.
“rencananya minggu depan tepat tiga bulan kita kenal, aku ingin mengungkapkan perasaanku sama dia vin. Nggak papa kan kalau cewek mengungkapkan cinta terlebih dahulu?” melody lanjut bertanya
Kevin tak kuat lagi mendengar kelanjutan kata-kata melody. “mel, aku pulang dulu ya. Aku lupa kalau aku ada janji sama temen. Untuk pertanyaan kamu tadi aku hanya bisa memberi saran. Ungkapkan apa yang kamu rasakan mel, jangan sampai kamu nanti menyesal pada akhirnya. Rasanya sakit sekali mel. Good luck ya mel” jawab Kevin menguatkan perasaannya.
“loh ? i.. iya vin. Makasih, buru-buru amat kamu vin? Hati-hati di jalan vin” melody sedikit kaget bercampur heran melihat sikap Kevin yang berubah itu
Kevin tak menggubris perkataan melody. Hatinya benar-benar sakit, tak pernah sebelumnya dia merasa sesakit ini. Tetes airmata pun tak bisa dibendungnya. Bukan berarti Kevin cengeng. Akan tetapi karena melody sudah benar-benar membuatnya jatuh cinta dan memberinya rasa sesakit ini
“Kak, inget gak sekarang hari apa? Sekarang tanggal apa?” tanya melody saat pertemuannya dengan haruka. Kebetulan sekali hari itu rintik-rintik hujan juga turun. Melody berharap dia bisa mengubah masa lalu kelamnya saat hujan menjadi masa indah yang baru bersama haruka
“hari kamis, tanggal 15. Kenapa memang?” jawab haruka heran
“bukan itu maksudku kak. Payah kamu ini kak, masak gak inget?” melody cemberut
“loh? Memangnya hari apa mel? Tanggal apa?” haruka penasaran
“hari ini hari perkenalan kita tepat 3 bulan kak. Lupa ya?” tanya melody
“ya Tuhan, maaf mel. Aku benar-benar lupa. Happy misserversari 3 bulan ya mel?” jawab haruka berbahagia
“iya kak.. happy misserversari 3 bulan juga” melody tersenyum
“haha.. nggak nyangka sudah kenal 3 bulan kita mel. Senengnya, mel kamu sudah melihat serial terbaru naruto?” tanya haruka
“belum kak..” jawab melody
“wah.. payah kamu mel, padahal itu seri sudah muncul tiga hari yang lalu. Aku sudah download kemarin malam. Ceritanya itu minato bangkit lagi nolongin naruto saat perang sama madara. Itu disana semua sensei bergabung jadi satu. Sasuke juga…”
“Kak, aku suka sama kakak” potong melody
“hah? Ap.. apa mel? Kamu tadi ngomong apa?” haruka kaget dan memastikan
“aku suka sama kakak. Aku cinta sama kakak. Maaf jika aku lancang mengungkapkannya kak. Aku sudah nggak kuat lagi menahan rasa ini kak. Mungkin kakak bakalan bertanya, mengapa aku suka kakak. Kak, aku mencintai kakak itu tanpa jeda, tanpa koma, apalagi titik. Aku mencintai kakak itu tulus dari sini dari hati, aku mencintai kakak karena kakak memang layak untuk ku cintai. yang lebih penting aku mencintai kakak karena Allah. Karena semangat-semangat kakak yang kakak kasih ke aku, karena perkataan-perkataan kakak itu telah membuatku mengerti apa itu arti tentang cinta, apa itu arti tentang sayang. Karena cinta juga aku luluh kak, perlu kakak ketahui, kakak adalah cowok pertama yang benar-benar bisa meluluhkan ku. entah dengan cara apa itu, yang pasti aku sangat menyukainya kak. Sekali lagi maaf kak jika aku lancang” melody panjang lebar menjelaskan dan mengungkapkan isi hatinya
Dalam keadaan shock haruka menjawab pengakuan melody. “maafkan aku mel, aku juga sayang sama kamu mel. Kamu wanita yang baik mel. Aku sayang banget sama kamu mel. Akan tetapi rasa sayangku ke kamu itu hanya sebatas kakak yang menyayangi adiknya. Aku sudah punya kekasih mel, lima bulan lagi aku sama dia…”
“sudah kak cukup. Aku ngerti kok…” potong melody seraya berlari keluar dari toko buku itu. Dia tak kuat mendengar kelanjutannya
“melody tunggu…” teriak haruka
Jiwa melody benar-benar hancur. Ternyata apa yang dia bayangkan selama ini salah besar. Haruka menganggapnya hanya sebagai adik. Bodoh banget dirinya telah terjatuh dalam lubang cinta yang penuh duri itu. Lagi-lagi melody merasakan sakit dan luka yang begitu kelam saat hujan turun.
“Hujan.. kenapa kamu nggak pernah berpihak sama aku hujan? Apa salahku sama kamu hujan!!” teriak melody di tengah hujan lebat. “ambil nyawaku sekarang Tuhan, ambil…” lanjutnya berputus asa. Seketika itu juga kepalanya merasa pusing, melody tak ingat apa yang terjadi selanjutnya
Saat terbangun melody sudah berada di ruangan bercat pink yang tak asing lagi. Di kamarnya, di samping kirinya terlihat Kevin mencemaskan keadaannya.
“kamu sudah siuman mel?” tanya Kevin
“biarkan aku sendiri vin. Please..” jawab melody setengah memohon dan meneteskan kembali airmatanya.
“tapi mel… ahh baiklah aku akan pergi, tapi kalau kamu butuh apa-apa. Butuh teman curhat, aku siap menemani dan mendengarkanmu mel” Kevin pun meninggalkan melody sendiri
Tetes airmata melody pun semakin bercucuran. Dia masih teringat tentang perkataan haruka tadi. Melody tak menyangka jika akhirnya begini. Dia sudah terlalu dalam jatuh ke lubang cinta yang penuh duri itu. Dia tak sanggup untuk bangkit dan berdiri. Dia tak sanggup menerima kenyataan. Cintalah yang membuatnya begini, cintalah yang membuatnya terpuruk. Melody benci cinta, melody tak percaya lagi cinta yang indah. Benar apa yang dibilangnya dahulu, bahwasannya cinta yang indah hanya ada di anime, novel, komik dan ftv-ftv. Akan tetapi kenapa hujan berperan lagi dalam kisah kelamnya ini? Kenapa setiap saat hujan turun selalu kisah kelam yang terjadi?. Melody benci hujan, melodi takut hujan, melody tak menginginkan hujan turun lagi. “hujan.. kamulah nikmat Tuhan yang selalu membuat diri ini menangis” desahnya perlahan.
5 bulan kemudian Haruka menikah dengan viona anak keluarga konglomerat tepatnya anak sahabat ayah haruka. Sedangkan Melody, ahh.. dia sudah berjanji tidak ingin mengenal cinta terlebih dahulu. Melody ingin mengejar semua cita-citanya selama ini, menjadi penulis profesional. Kevin, bagaimana dengan Kevin?, Kevin sadar bahwasannya cinta tak harus memiliki. Dia lebih memilih menyimpan rasa cintanya kepada melody. Bagi Kevin, memberi semangat-semangat dan menemani melody saja sudah cukup, walaupun hanya sebagai sahabat.
END
Cerpen Karangan: Dzumrotul Hasanah
Facebook: https://www.facebook.com/zumrotul.hasanah
Nama: Dzumrotul Hasanah
TTL: Malang, 12 februari 1995
Status: mahasiswi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petualangan di Shiltz (Chapter 08) END

Chapter 08 : Pertarungan terakhir Tubuhku kembali menjadi wujud prophet ku. Aku meneguk potion pengembali energi dan penghilang luka. Sihir penyembuhan prophetku juga tidak lupa aku gunakan karena setelah ini aku akan menghadapi sang raja iblis lucifer. “Semoga saja ini menjadi pertempuranku yang terakhir” kataku , aku mulai melepas semua jubah prophetku dan hanya Crusade mace yang aku bawa untuk menghabisi lucifer. Aku mulai memasuki area yang terlihat penuh dengan jebakan. Satu langkah saja duri duri di samping ku akan langsung menghunusku. Entah apa yang merasuki diriku namun aku sama sekali tidak memiliki rasa takut saat ini. Perasaan ini sangat berbeda dengan diriku yang dulu yang sangat takut untuk bertempur, mungkin karena semua rasa takut ini sudah ku ubah menjadi kekuatan untuk menghadapi lucifer. Seusai melewati rintangan itu aku pun sampai di sebuah pintu raksasa dengan lambang mata berwarna biru ditengah tengah pintu itu. Aku pun menyentuh pintu itu dan membuka segel...

Desa Langit

DESA LANGIT Karya : Ilham Maulana (Mr.I)            Namaku Saito umurku 14 tahun. Saat ini sekolah ku sedang musim liburan jadi aku memutuskan untuk berlibur bersama ayah dan bundaku ke desa Langit. Memang nama desa yang aneh tapi desa itu adalah desa dimana paman dan bibiku tinggal. Menurut cerita desa ini dinamakan desa langit karena di ujung bukit di desa ini ada suatu kekuatan yang katanya bisa menarik kita dengan kasar menuju langit dan tak bisa kembali lagi. Karena cerita itu aku jadi tetap bermain di halaman rumah bibiku saja supaya aku aman. Suatu ketika aku bertemu seorang anak perempuan yang sebaya denganku. “Hei , aku belum pernah melihatmu?” sapa gadis itu “um… ng… memang aku kesini untuk berlibur….” Jawabku gugup “oh begitu , perkenalkan namaku Lena. Kamu harus hati hati ya di desa ini , karena ini sudah memasuki bulan july “ kata lena “memang kenapa kalau bulan july ?” tanyaku “bulan July ada...

Kos Berhantu

Cerpen Horor - Kos Berhantu Karya Karina Puspa Sari Aku menempati kamar kosku yang baru di kawasan sekitar kota dekat kampusku. Biaya perbulanya agak sedikit mahal ya tentu saja karena dekat dengan Kampus. Ruangannya nyaman untuk di tempati untuk mahasiswa sepertiku. Ruangan itu di cat hijau lembut. Kamar itu berukuran 3x3 meter persegi. Ada satu tempat tidur beserta bantal dan gulingnya, satu lemari plastik, satu set meja belajar, dan juga tentu saja ada kamar mandi. Aku segera menata baju-bajuku, perlengkapanku, memasang seprai untuk tempat tidur, meletakan buku-bukuku di rak meja belajar. Setelah selesai aku istirahat sebentar sambil membuka laptopku dan menyalakan musik kesukaanku. Tidak lama kemudian aku tertidur. Sesaat setelah aku tertidur aku melihat ada orang yang berjalan masuk ke kamarku menuju kamar mandi. Aku tidak melihat wajahnya. Dia memakai baju berwarna serba merah. Kulitnya putih sekali. Saat aku terjaga kemudian aku bangun, aku kem...