HUJAN ANIME DAN CINTA
Rintik-rintik
hujan dan suara halilintar membangunkan melody dari tidur lelapnya. Perlahan
dia membuka matanya dan memalingkan pandangan ke jendela kamarnya. “Argh..
hujan turun lagi,” desahnya perlahan. Sejenak dia teringat tentang kejadian
waktu itu, saat dia masih duduk di kelas sepuluh SMA. Jika dia boleh memilih,
dia ingin terlelap tanpa terbangun saat hujan turun agar dia tak mengingat masa
lalu yang kelam itu. Begitu sangat kelam masa lalu itu, “hapuskan memory
tentang itu Ya Rabb…” desahnya lagi.
“Melody, ayo bangun cepat. Katanya kamu mau ke toko
buku?”
Terdengar perempuan paruh bayah memanggilnya, Bu
ajeng bibinya. Hari ini melody berencana ke toko buku andromeda untuk membeli
komik seri terbaru anime favoritnya “Naruto”. Walaupun melody sekarang
menginjak 19 tahun dan berstatus sebagai mahasiswi salah satu universitas
terkenal di Indonesia, tak membuatnya lepas dari kebiasaan lamanya, membaca dan
menonton anime. Bagi melody anime adalah inspirasinya, setiap ending dari anime
itu selalu berkesan serta amanat perjuangan bagaimana mendapatkan sebuah cinta
dan kehidupan cintanya yang tak kalah mengagumkan.
Kalau berbicara tentang cinta, terkadang melody
merasa iri dengan tokoh-tokoh yang ada di anime itu. Mengapa setiap kisah cinta
yang indah hanya ada di anime?
“Melody, kamu ndengar gak?” teriak wanita itu
sedikit emosi.
Bu Ajeng, adalah sosok perempuan yang selama ini
dengan sabar merawat melody. Ayah dan Ibu melody sudah lama tidak tinggal di
Indonesia. Mereka memilih tinggal di negeri Jiran demi menghidupinya dan
membiayai kuliahnya. Sempat dia merasa iri dengan teman-temannya yang selalu
berada di dekat orangtuanya.
“MELODY…” teriak perempuan itu sekali lagi dengan
suara yang menggelegar bersamaan dengan suara halilintar
“Iya bibi, melody sudah bangun, melody masih
siap-siap” jawabnya setengah berteriak
Diambilnya handuk yang tergantung rapi di gantungan
belakang pintu kamarnya. Dia segera bergegas ke kamar mandi, dia tak ingin
mendengar ocehan bibinya lagi.
—
Dipandangi barisan buku yang tertata rapi diruangan
bercat putih itu. Melody membolak-balik dan meneliti satu persatu setiap cover
halaman buku itu, “nah ketemu” ucapnya pelan saat ditemukannya komik naruto
seri terbaru. Diambilnya buku itu, dan dia mulai menoleh kesana kemari
memastikan apakah ada kursi kosong untuknya duduk.
“ehh, manusia setengah anime”
Tiba-tiba terdengar suara cowok yang serasa tak
asing bagi melody. Siapakah? dia menoleh cepat-cepat berharap itu bukan cowok
yang dia maksud. Ternyata harapan melody meleset.
“Ngapain kamu kesini? Mau cari update terbaru
anime? Atau mau lihat-lihat komik anime terbaru?” katanya lagi setengah
menyindir
Sudah terbiasa melody mendengar ocehan-ocehan
seperti itu dari mulutnya. Namanya Kevin, tapi bukan Kevin aprilio. Dia adalah
cowok sekelas melody yang hobbynya menyindir, malu-maluin, menjahilin dan
membuat melody seratus kali seribu derajat lebih dua ratus tiga puluh enam ribu
delapan ratus *blablabla tak terdefinisi* marah. Akkh.. Difikir-fikir kevin
persis sama madara yang ada di anime naruto yang tidak berperikemanusiaan sama
sekali.
“bukan urusanmu” jawab melody singkat seraya
memalingkan muka dari kevin
“dasar cewek setengah anime yang gagal. Kalau kamu
jadi tokoh di salah satu komik anime, itu komik gak bakalan laku. Haha..” kata
kevin lagi setengah teriak sambil berjalan ke luar dari ruangan itu
“kamu tuh monster vampire kelas SD” kata melody
perlahan setengah mencibir
Sosok Kevin pun tak terlihat lagi setelah dia
berbelok di pertigaan dekat toko buku itu. Dalam posisi yang masih berdiri,
entah kenapa niat melody yang awalnya ingin membaca serial anime yang lain di
toko buku itu tiba-tiba sirna. Dia ingin segera pulang. Dia ingin meluapkan
kemarahannya, rasa kesalnya ke dalam coretan-coretan kecil di buku diary
bersampul pink miliknya.
“huhh.. andai aku punya jutsunya sasuke, udah aku
raikiri kamu vin” ucap melody kesal
Melody pun segera ke kasir dan berharap cepat-cepat
pergi dari tempat itu. Ini semua gara-gara Kevin si monster vampire kelas SD
itu.
“32.500 mbak..” kata petugas kasir mengagetkannya.
“oh iya, sebentar” jawabnya seraya mencari dompet
di tas kecil miliknya. Namun yang dicari tak kunjung ditemukan. ditelitinya
lagi, diobrak-abrik seluruh isi tasnya itu. Namun tetap saja tak ditemukan. Dan
ahhh, baru melody ingat ternyata dompet yang dicarinya tertinggal di meja
belajarnya saat dia memasukkan uang sisa kemarin. “Bagaimana ini?, pakai credit
card iya credit card, tapi mana mungkin, dompet saja nggak aku bawa. Bagaimana
ini? Apa aku pulang terlebih dahulu untuk mengambilnya? Hah? jangan deh jangan,
ini komik best seller, ntar malah gak kebagian. Ayo melody berfikir..
berfikirrr…” Pernyataan seperti itu berkecamuk memenuhi fikiran melody.
“bagaimana mbak?, banyak yang mengantri di belakang
mbak” tanya petugas kasir mengingatkan melody yang semakin membuat dirinya
panas dingin tak karuan
“hmm.. anu mas, maaf dompetnya ketinggalan…” jawab
melody sambil meringis serasa tak bersalah sama sekali
“ya sudah, mendingan sekarang mbak pulang ambil
dompetnya terlebih dahulu, mau beli buku kok dompetnya pake acara
ditinggal-tinggal” gerutu sang penjaga kasir yang berumur sekitar 24 tahunan
itu
“ketinggalan mas bukan ditinggal” ucap melody
setengah emosi. “Bodoh banget sih itu penjaga kasir, mana ada orang meninggalkan
dompetnya secara sengaja saat dia mau membeli sesuatu huhh” gerutunya dalam
hati
“tunggu apalagi mbak?, di belakang mbak banyak yang
antri mau bayar. Kalau mbak sudah nggak ada keperluan bisa keluar dari tempat
antrian ini” kata penjaga kasir itu sinis
“Tapi…”
“biar saya yang bayarin” kata seorang cowok di
belakang melody yang memutuskan pembicaraannya dengan petugas kasir cerewet
itu. “sekalian totalkan sama buku saya” lanjutnya lagi
Melody tak bisa mengucapkan satu kata pun.
Bagaimana tidak, cowok yang membayarkan bukunya itu mempunyai paras yang sangat
subhanallah. Kalau dilihat-lihat mirip tokoh Oz Vessalius di anime serial
Pandora heart. Tuh kan, anime lagi, anime lagi.
“155.000 mas jumlahnya” kata penjaga kasir kepada
itu Oz vessalius
“credit card” jawab itu cowok sambil memberikan
credit cardnya ke petugas kasir.
Petugas kasir itu pun mulai menggesek credit card
milik cowok yang mirip Oz Vessalius itu. “ini mas,” kata penjaga kasir seraya
mengembalikan credit card milik cowok itu
“hei, ini komik kamu.” Kata itu cowok kepada
melody, tetapi melody tak menggubrisnya, dia masih shock memandangi wajah si
cowok berwajah jepang itu. “hello… ini buku kamu, kamu nggak papa kan?” ucapnya
lagi dipertegas sambil menggerakkan tangannya ke atas ke bawah di depan mata
melody
“e.. ohh iyaa” jawab melody setengah sadar sambil
mengambil komik itu. “heh, ngapain kamu bayarin komikku? Jangan bilang itu
modus kamu supaya bisa kenalan sama aku” lanjutnya marah-marah saat dia sudah
benar-benar sadar.
“haha.. kamu itu lucu ya?” jawab si cowok sambil
tertawa. Bagaimana tidak tertawa cobak. Ekspresi wajah melody yang awalnya
gugup tiba-tiba marah-marah nggak jelas. Malu-maluin kan?. “aku haruka”
lanjutnya seraya mengulurkan tangan
“huahahaha…” giliran melody yang tertawa terbahak-bahak.
Si cowok itu pun heran, mungkin dia berfikir melody ini gila. “namamu kayak
nama cewek haha” lanjutnya masih tertawa.
“Hah? Nggak di jepang nggak di Indonesia, orang
pasti bilang namaku kayak nama cewek” ucapnya murung. “terus nama kamu siapa?”
lanjutnya sambil tersenyum manis kearah melody. Membuat melody serasa
dihipnotis.
“aku melody, tapi bukan berarti melody yang biasa
ada tangga nadanya” balas melody sambil tersenyum.
“melody yang ada tangga nadanya?, itu namanya not
bukan melody” katanya lagi sambil tertawa, lagi lagi tertawa.
“i.. itu maksudku” jawab melody malu. “ehh, ya
sudah ya aku mau pulang duluan. Nanti uangnya aku ganti. Ini sebagai
jaminannya” seraya memberikan kartu nama yang terselip di kantong Hp melody dan
segera pergi berlari ke arah tempat parkir motornya
“dasar cewek aneh” ucap haruka perlahan sambil
menatap kartu nama yang baru didapatnya.
Sesampai di rumah melody langsung merebahkan
tubuhnya ke kasur. Betapa sangat memalukan sekali kejadian yang dialaminya
tadi. “Tapi, kalau diingat-ingat itu cowok manis juga. Senyumnya tak bisa
hilang dari otakku. Hahh.. apa-apaan aku ini? nggak, pokoknya aku nggak boleh
mikirin dia. Nggak boleh!” kata melody perlahan.
tuttt.. tuttt.. Hp melody berdering. “tumben, siapa
yang kirim pesan? Pasti operator” ucapnya lirih. Sengaja melody membiarkan
pesan itu tak terbaca. Melody melanjutkan menatap langit-langit kamarnya,
sesekali dia tersenyum sendiri tanpa sebab semenjak dia bertemu dengan Oz
Vessalius ehh Haruka maksudnya. Dan perlahan mata melody pun mulai terpejam
Suara dering alarm membangunkan melody dari
tidurnya. Dilihat jendela kamarnya itu dan berharap tidak turun hujan seperti
kemarin. Tetes-tetes air tak terlihat disana. Matahari pun bersinar dengan
terang tanpa tertutup oleh awan yang berwarna keabu-abuan itu..
Tutt.. tuut.. Hp melody berdering. Dilihatnya 3
pesan masuk dari nomor baru. Dia buka satu persatu secara beruntut.
“hai cewek aneh, ini aku Haruka. Kamu masih punya
hutang loh sama aku” isi dari pesan pertama. Dan Melody melanjutkan membaca
pesan yang kedua
“kamu sudah tidur ya? Ya sudah selamat tidur ya, mimpi indah, sambil senyum tidurnya. Dan ingat, kamu masih punya utang sama aku haha” melody pun mulai geram. Dilanjutkannya lagi membaca pesan yang terakhir. Masih sama, pesan dari haruka
“selamat pagi cewek aneh, mataharinya bersinar terang loh. Coba deh lihat ke jendela, ehh jangan dulu. Mending kamu buruan mandi sana. Cewek aneh bau :p” begitulah isi pesan yang terakhir. Melody tersenyum sendiri “selamat pagi juga Haru-chan” ucapnya perlahan sambil tersenyum
“kamu sudah tidur ya? Ya sudah selamat tidur ya, mimpi indah, sambil senyum tidurnya. Dan ingat, kamu masih punya utang sama aku haha” melody pun mulai geram. Dilanjutkannya lagi membaca pesan yang terakhir. Masih sama, pesan dari haruka
“selamat pagi cewek aneh, mataharinya bersinar terang loh. Coba deh lihat ke jendela, ehh jangan dulu. Mending kamu buruan mandi sana. Cewek aneh bau :p” begitulah isi pesan yang terakhir. Melody tersenyum sendiri “selamat pagi juga Haru-chan” ucapnya perlahan sambil tersenyum
Seperti biasa, melody bergegas mandi dan berangkat
ke kampus dengan motor pink miliknya. Semua barang yang dia punya mayoritas
berwarna pink. Karena bagi melody warna pink melambangkan keanggunan, keindahan
dan ketenangan, ya walaupun sebenarnya warna biru lebih banyak melambangkan
ketenangan. Sesampai di kelas, ternyata masih dua-tiga mahasiswa yang datang.
Dilihat jam tangan miliknya, “ternyata masih pukul 06.30 wib. Pantas saja masih
banyak yang belum datang” ucapnya dalam hati. Dan seperti biasanya lagi, Melody
duduk serta mulai melakukan kebiasaannya, yaitu menulis. Dilihatnya ternyata
tersisa 3 lembar kertas dibukunya itu
“Ohayou gozaimatsu, melo” ucap kevin yang baru
datang
“jangan panggil aku melo, lody ataupun medy.
Panggil namaku dengan lengkap monster vampire” jawab melody memperingatkan
“ohayou gozaimatsu, melody” ulang Kevin
“ohayou, Kevin” jawab melody sambil tersenyum
“Nggak biasanya si Kevin kayak gini? Biasanya
ngajak ribut. Mimpi apa dia semalam? Cowok aneh” kata melody dalam hati
“kamu sudah sarapan?, ni aku tadi beli roti, satu
buat aku satunya buat kamu” sambil memberikan roti coklat kesukaan melody
“thanks, eh tumben-tumbenan kamu baik sama aku?
biasanya ngajak ribut terus. Kamu habis kejedot dimana?” jawab melody sambil
mengupas dan memakan roti pemberian kevin
“dasar cewek setengah anime nggak jadi, saat aku
jahat kamu nggak suka, saat aku mau baik kayak gini kamu malah heran. Apa sih
mau kamu?” tanya Kevin heran
“bukannya gitu vin, ya heran aja. Tapi makasih loh
ya rotinya. Tau banget kamu kalau aku lagi lapar dan tau banget kamu kalau aku
suka roti rasa coklat” jawab melody sambil tersenyum.
“i.. iya sama-sama mel” ucap Kevin. “gila, ternyata
senyumnya manis juga. Jangan sampai senyumnya ini sampai diketahui orang lain.
Pokoknya senyum kamu hanya untukku mel” ucapnya dalam hati sambil memandangi
wajah melody
“kamu kenapa vin?, ada yang salah sama mukaku?”
tanya melody heran.
“haha.. nggak kok. Ehh aku ke kamar mandi dulu ya
mel” jawabnya sambil berlalu
“cowok aneh..” ucap melody lirih
Sepulang kuliah Melody tak ingin langsung pulang ke
rumahnya. Dia ingin berkunjung sejenak ke toko buku Andromeda. Entah kenapa melody
ingin melihat sosok wajah Haruka lagi. Ada apa dengan melody? Apakah dia mulai
merasakan getaran-getaran cinta setelah lima tahun dia tak merasakannya?
Lima belas menit.. tiga puluh menit.. satu jam
telah berlalu, namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung terlihat. Melody pun
merasa kecewa, dia mulai sadar bahwa pertemuannya dengan haruka hanya kebetulan
dan tak mungkin terulang lagi. Serasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup
melody, mengapa haruka bisa membuatnya begini? padahal baru sehari dia bertemu dengan
haruka.
Melody pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Mustahil baginya untuk bertemu dengan haruka lagi. Mungkin saja kemarin itu
melody hanya bermimpi. Bermimpi bertemu dengan haruka si Oz Vessalius. Melody
pun bangkit dari tempat duduknya dan bersiap meninggalkan tempat itu. Namun,
seseorang memanggilnya
“Hai cewek aneh” teriak haruka dari jauh.
“hai juga Oz vessalius” balas Melody bahagia.
Melody merasa plong bisa melihat haruka lagi. Melody serasa pengen menangis
bahagia saat itu. Betapa alaynya dia.
“kamu ngapain kesini? Nyari’in aku ya?” tanya
haruka setengah bercanda.
“yee.. siapa juga yang nyari’in kamu” jawab melody
bohong. “aku cuma memeriksa update terbaru manga anime kok” lanjut melody
sambil mencibir.
“kirain nyari’in aku, kirain kamu lagi kangen sama
aku, kirain kamu pengen ketemu lagi sama aku” ucap haruka beruntut seraya
tersenyum.
“jangan GR deh jadi cowok. Mukamu itu bukan muka
ngangenin” jawab melody mengejek. “Iya aku kangen sama kamu haru-chan” lanjut
melody dalam hati.
“aku punya sesuatu buat kamu” kata haruka.
“Taraaa…” lanjutnya seraya memberikan kepingan VCD ke Melody.
“wuaaa… vcd the legend of korra terbaru. Ini buat
aku kak?” tanya melody memastikan.
“iya mel, itu khusus buat kamu” jawab haruka seraya
tersenyum
“thanks kak, wah tahu banget kakak kalau aku belum
melihat yang episode ini” melody tersenyum bahagia.
“sama-sama mel. Ehh mel aku pulang dulu ya? Aku ada
urusan sama temen. Kamu cepet pulang, ini sudah sore” haruka pamit
“iya haru-chan, hati-hati di jalan. Kalau ada semut
minggir ya? Tapi kalau ada truck menengah aja” jawab haruka sambil tersenyum
mengejek.
“aissshh… iya aku bakal hati-hati kok. Thanks
nasehatnya mel” haruka tersenyum. “Mel, jangan pernah hapus senyum di wajahmu
itu ya? Akan sangat indah jika setiap hari senyum itu terukir di wajahmu mel”
lanjut haruka seraya meninggalkan melody dalam diam.
Melody ingin sekali berteriak dalam diamnya itu.
Kali ini melody benar-benar merasakan kembali getaran-getaran cinta yang sudah
lama dinantikannya. Melody pun memandangi vcd pemberian haruka. Melody tak
henti-hentinya tersenyum saat dia teringat perkataan haruka “Mel, jangan pernah
hapus senyum di wajahmu itu ya? Akan sangat indah jika setiap hari senyum itu
terukir di wajahmu mel”. Melody serasa terbang ke awan ditemani kicauan
burung-burung yang seakan juga merasakan apa yang melody rasakan.
Malam harinya setelah menonton vcd pemberian haruka, melody berniat mengirim
pesan ke haruka. Akan tetapi melody masih merasa canggung. Masa iya cewek yang
ngirim pesan duluan?. Dia pun memberi keputusan sendiri. Jika haruka malam ini
mengirim pesan kepadanya itu berarti haruka juga merasakan apa yang melody
rasakan.
Tutt.. tuut hp melody berdering, satu pesan masuk
dari haruka. “Tuhh kan benar, haru-chan juga merasakan hal yang sama” ucap
melody dalam hati. Melody pun membuka pesan itu dengan senang hati.
“Hai cewek aneh, bagaimana sudah dilihat animenya?.
Keren kan kisahnya?” begitulah bunyi pesan dari haruka.
Melody membalas pesan itu “hai juga haru-chan, iya
animenya sudah aku lihat. Suer kak keren banget (y)”.
Dua menit kemudian balasan dari haruka masuk
“haha.. sudah aku duga kalau kamu bakalan suka. Kamu lagi ngapain? Sudah
makan?”.
Begitulah seterusnya…
Sudah dua bulan ini Melody dekat dengan haruka.
Melody merasa semakin yakin bahwa dia benar-benar menyukai haruka, suka bukan
hanya sekedar suka. Tetapi suka dalam hal cinta. Melody berharap haruka juga
merasakan apa yang melody rasakan.
Begitu pun dengan Kevin, akhir-akhir ini melody
merasa heran. Tingkah laku Kevin semakin hari semakin baik saja kepadanya.
Mungkin saja Kevin sadar bahwa nggak setiap hari kevin harus bertengkar
dengannya. Melody merasa bersyukur karena melody sudah mempunyai sosok sahabat
seperti Kevin. Sosok sahabat yang mau mendengar semua cerita-ceritanya, sosok
sahabat yang mau mendengar omelan-omelannya.
“Nanti sore jam empat aku tunggu kamu di toko buku
Andromeda mel. Jangan sampai telat, aku mau ngasih sesuatu sama kamu” bunyi
pesan masuk dari haruka
“Yesss” teriak melody kegirangan.
“kenapa mel? Kok senang amat kayaknya?” tanya Kevin
heran
“nggak papa vin, Cuma mau dapat honor bonus dari
ayah” jawab melody bohong
“oh, kirain kenapa. Ya sudah pulang yuk sudah jam
satu” ajak Kevin
“yuk, kamu duluan aja vin. Aku masih mau ke perpus
ngembalikan buku” ucap melody sambil tersenyum
“ya sudah, aku duluan mel. Sampai jumpa besok”
Kevin pun berlalu
Suasana toko buku Andromeda sama seperti dua bulan
yang lalu. Hanya saja cat temboknya berubah menjadi warna nila. Melody
melambaikan tangan ke haruka yang sudah duduk di tempat duduk yang khusus
disediakan untuk dirinya dan melody
“sudah lama ya kak nunggunya?” tanya melody
“tidak juga kok. Aku mau ngasih ini ke kamu mel”
jawab haruka sambil memberikan kotak kecil ukuran 10×15 cm kepada melody
“apaan ini kak?” tanya melody heran
“buka saja nanti di rumah, kamu sudah lihat episode
terbaru naruto mel?” jawab haruka seraya bertanya
“sudah dong, kakak bagaimana? Itu episode
terbarunya keren kak. Nyeritain flashbacknya sasuke. Keren dah pokok” melody
antusias bercerita
“sudah lihat aku mel. Percuma kamu cerita panjang
lebar, haha..” ejek haruka
Begitulah seterusnya, setiap kali bertemu selalu
saja anime anime dan anime yang mereka bahas. Tak disadari oleh melody, Kevin
memperhatikannya dari jauh. Kevin merasa sakit, bukan badannya yang sakit.
Namun hati kecilnya. Kevin gak rela kalau melody menjadi milik cowok lain
selain dirinya
Sesampai di rumah, melody membuka kotak kecil
pemberian dari haruka. Ternyata isinya salah satu tokoh anime naruto dalam
bentuk boneka lilin. Sungguh indah sekali. Melody sering bercerita kepada
haruka bahwa dia menyukai karakter dari sakura di anime naruto. Melody tak
menyangka kalau haruka memberinya boneka lilin sakura. Melody merasa sangat
yakin kalau haruka juga merasakan apa yang melody rasakan. Minggu depan saat
mereka akan mengadakan pertemuan lagi yang kesekian kalinya, melody berencana
untuk mengungkapkan perasaannya kepada haruka. Dia tak perduli entah itu cowok
yang memulai duluan maupun cewek yang memulai duluan. Melody sudah merasa
sangat yakin dengan keputusannya ini
Keesokan harinya di kelasnya, Kevin menghampiri
melody. Semalaman Kevin sudah memutuskan untuk bertanya kepada melody perihal
cowok yang bersamanya kemarin sore.
“hai mel, kemarin kamu kemana? Hayoo ngedate sama
pacar ya?” tanya Kevin memulai pembicaraan
“apaan sih vin, kemarin aku ke toko buku sama si
haruka” jawab melody santai
“haruka? Siapa itu? Pacar kamu?” tanya Kevin lagi
memastikan
“haha.. pacar? Bukanlah vin. Dia temen dekat aku.
ehh kamu tahu darimana? Ngebuntutin aku ya? Hayooo?” melody berbalik tanya
“ng.. ngga kok mel, kemarin cuma tahu kamu aja dari
jauh saat aku ke indomaret dekat toko buku itu” jawab Kevin bohong. Beruntung
sekali dia punya alasan yang sedikit masuk akal
“kirain buntutin aku vin. Haha..” melody tersenyum
“mel, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?”
Kevin mulai serius berbicara
“ah elah vin, kamu mah dari tadi sudah ngomong.
Boleh kok mau ngomong apa?” jawab melody tenang
“hm… ehmmm… anu.. anu mel…” Kevin mulai gugup
“apaan vin? Una anu aja dari tadi, kamu mau ke
kamar mandi? Kamu kebelet?” melody terkekeh
“hmm.. ehmmm… aku boleh pinjam vcd serial terbaru
naruto gak?” Kevin terpaksa melesetkan keinginannya berbicara. Dia merasa belum
siap
“ah elah, gitu aja pake acara gugup vin. Ambil saja
di rumahku. Nanti sore ambil ya” melody menawarkan
“i.. iya mel” Kevin merasa lega. Dia berniat untuk
mengungkapkan yang sebenarnya nanti sore di rumah melody
Kevin sudah bersiap di depan rumah melody,
penampilannya sangat berbeda dari biasanya. Memakai kemeja kotak-kotak biru
hitam favoritnya. Dan membawa setangkai mawar merah yang disembunyikan secara
hati-hati di tasnya. Kevin serasa tak mampu menekan bell pintu rumah melody.
Tangannya terasa kaku untuk digerakkan. Dia pun sekuat tenaga mengarahkan
tangannya menekan bell pintu itu
Perlahan pintu rumah melody terbuka, terlihat
sesosok wanita idamannya keluar dari pintu itu dengan memakai baju pink dan
celana jeans hitam. Nampak begitu sangat anggun saat melody memakai baju yang
berwarna pink, fikir Kevin
“hai vin, ayo masuk. Aku sudah nyiapin vcdnya. Aku
juga mau cerita dan minta pendapat sama kamu” ucap melody seraya menggandeng
tangan Kevin masuk ke rumahnya
“ini vin vcdnya” lanjut melody seraya memberikan
keping vcd ke kevin. “vin, sekarang aku boleh cerita dong sama kamu?” rengek
melody
“silahkan mel,” jawab Kevin. Tak apa baginya
mengulur waktunya sebentar untuk mendengar cerita dari melody
“vin, kamu tau kan haruka yang kemarin di toko buku
sama aku?” melody memulai cerita
“iya mel tau. Kenapa?” tanya Kevin was-was
“iya mel tau. Kenapa?” tanya Kevin was-was
“aku suka sama dia vin, bagaimana menurutmu dia itu
vin?” lanjut melody
Deg… hati Kevin serasa hancur berkeping-keping.
Kevin serasa disambar petir beribu-ribu volt. Harapan-harapannya selama ini,
mimpi-mimpinya selama ini tiba-tiba hancur melebur. Kevin tak kuasa berkata
sepatah kata pun. Dia hanya terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan melody. Kevin
merasa gagal, Kevin merasa dirinya tak bernyawa saat itu juga. Kevin merasa…
ahhh tak bisa disebutkan dengan kata-kata.
“rencananya minggu depan tepat tiga bulan kita
kenal, aku ingin mengungkapkan perasaanku sama dia vin. Nggak papa kan kalau
cewek mengungkapkan cinta terlebih dahulu?” melody lanjut bertanya
Kevin tak kuat lagi mendengar kelanjutan kata-kata
melody. “mel, aku pulang dulu ya. Aku lupa kalau aku ada janji sama temen.
Untuk pertanyaan kamu tadi aku hanya bisa memberi saran. Ungkapkan apa yang
kamu rasakan mel, jangan sampai kamu nanti menyesal pada akhirnya. Rasanya
sakit sekali mel. Good luck ya mel” jawab Kevin menguatkan perasaannya.
“loh ? i.. iya vin. Makasih, buru-buru amat kamu
vin? Hati-hati di jalan vin” melody sedikit kaget bercampur heran melihat sikap
Kevin yang berubah itu
Kevin tak menggubris perkataan melody. Hatinya
benar-benar sakit, tak pernah sebelumnya dia merasa sesakit ini. Tetes airmata
pun tak bisa dibendungnya. Bukan berarti Kevin cengeng. Akan tetapi karena
melody sudah benar-benar membuatnya jatuh cinta dan memberinya rasa sesakit ini
“Kak, inget gak sekarang hari apa? Sekarang tanggal
apa?” tanya melody saat pertemuannya dengan haruka. Kebetulan sekali hari itu
rintik-rintik hujan juga turun. Melody berharap dia bisa mengubah masa lalu
kelamnya saat hujan menjadi masa indah yang baru bersama haruka
“hari kamis, tanggal 15. Kenapa memang?” jawab
haruka heran
“bukan itu maksudku kak. Payah kamu ini kak, masak
gak inget?” melody cemberut
“loh? Memangnya hari apa mel? Tanggal apa?” haruka
penasaran
“hari ini hari perkenalan kita tepat 3 bulan kak.
Lupa ya?” tanya melody
“ya Tuhan, maaf mel. Aku benar-benar lupa. Happy
misserversari 3 bulan ya mel?” jawab haruka berbahagia
“iya kak.. happy misserversari 3 bulan juga” melody
tersenyum
“haha.. nggak nyangka sudah kenal 3 bulan kita mel.
Senengnya, mel kamu sudah melihat serial terbaru naruto?” tanya haruka
“belum kak..” jawab melody
“wah.. payah kamu mel, padahal itu seri sudah
muncul tiga hari yang lalu. Aku sudah download kemarin malam. Ceritanya itu
minato bangkit lagi nolongin naruto saat perang sama madara. Itu disana semua
sensei bergabung jadi satu. Sasuke juga…”
“Kak, aku suka sama kakak” potong melody
“hah? Ap.. apa mel? Kamu tadi ngomong apa?” haruka
kaget dan memastikan
“aku suka sama kakak. Aku cinta sama kakak. Maaf
jika aku lancang mengungkapkannya kak. Aku sudah nggak kuat lagi menahan rasa
ini kak. Mungkin kakak bakalan bertanya, mengapa aku suka kakak. Kak, aku
mencintai kakak itu tanpa jeda, tanpa koma, apalagi titik. Aku mencintai kakak
itu tulus dari sini dari hati, aku mencintai kakak karena kakak memang layak
untuk ku cintai. yang lebih penting aku mencintai kakak karena Allah. Karena
semangat-semangat kakak yang kakak kasih ke aku, karena perkataan-perkataan
kakak itu telah membuatku mengerti apa itu arti tentang cinta, apa itu arti
tentang sayang. Karena cinta juga aku luluh kak, perlu kakak ketahui, kakak
adalah cowok pertama yang benar-benar bisa meluluhkan ku. entah dengan cara apa
itu, yang pasti aku sangat menyukainya kak. Sekali lagi maaf kak jika aku
lancang” melody panjang lebar menjelaskan dan mengungkapkan isi hatinya
Dalam keadaan shock haruka menjawab pengakuan
melody. “maafkan aku mel, aku juga sayang sama kamu mel. Kamu wanita yang baik
mel. Aku sayang banget sama kamu mel. Akan tetapi rasa sayangku ke kamu itu
hanya sebatas kakak yang menyayangi adiknya. Aku sudah punya kekasih mel, lima
bulan lagi aku sama dia…”
“sudah kak cukup. Aku ngerti kok…” potong melody
seraya berlari keluar dari toko buku itu. Dia tak kuat mendengar kelanjutannya
“melody tunggu…” teriak haruka
Jiwa melody benar-benar hancur. Ternyata apa yang
dia bayangkan selama ini salah besar. Haruka menganggapnya hanya sebagai adik.
Bodoh banget dirinya telah terjatuh dalam lubang cinta yang penuh duri itu.
Lagi-lagi melody merasakan sakit dan luka yang begitu kelam saat hujan turun.
“Hujan.. kenapa kamu nggak pernah berpihak sama aku
hujan? Apa salahku sama kamu hujan!!” teriak melody di tengah hujan lebat.
“ambil nyawaku sekarang Tuhan, ambil…” lanjutnya berputus asa. Seketika itu
juga kepalanya merasa pusing, melody tak ingat apa yang terjadi selanjutnya
Saat terbangun melody sudah berada di ruangan
bercat pink yang tak asing lagi. Di kamarnya, di samping kirinya terlihat Kevin
mencemaskan keadaannya.
“kamu sudah siuman mel?” tanya Kevin
“biarkan aku sendiri vin. Please..” jawab melody
setengah memohon dan meneteskan kembali airmatanya.
“tapi mel… ahh baiklah aku akan pergi, tapi kalau
kamu butuh apa-apa. Butuh teman curhat, aku siap menemani dan mendengarkanmu
mel” Kevin pun meninggalkan melody sendiri
Tetes airmata melody pun semakin bercucuran. Dia
masih teringat tentang perkataan haruka tadi. Melody tak menyangka jika
akhirnya begini. Dia sudah terlalu dalam jatuh ke lubang cinta yang penuh duri
itu. Dia tak sanggup untuk bangkit dan berdiri. Dia tak sanggup menerima
kenyataan. Cintalah yang membuatnya begini, cintalah yang membuatnya terpuruk.
Melody benci cinta, melody tak percaya lagi cinta yang indah. Benar apa yang
dibilangnya dahulu, bahwasannya cinta yang indah hanya ada di anime, novel,
komik dan ftv-ftv. Akan tetapi kenapa hujan berperan lagi dalam kisah kelamnya
ini? Kenapa setiap saat hujan turun selalu kisah kelam yang terjadi?. Melody
benci hujan, melodi takut hujan, melody tak menginginkan hujan turun lagi. “hujan..
kamulah nikmat Tuhan yang selalu membuat diri ini menangis” desahnya perlahan.
5 bulan kemudian Haruka menikah dengan viona anak
keluarga konglomerat tepatnya anak sahabat ayah haruka. Sedangkan Melody, ahh..
dia sudah berjanji tidak ingin mengenal cinta terlebih dahulu. Melody ingin
mengejar semua cita-citanya selama ini, menjadi penulis profesional. Kevin,
bagaimana dengan Kevin?, Kevin sadar bahwasannya cinta tak harus memiliki. Dia
lebih memilih menyimpan rasa cintanya kepada melody. Bagi Kevin, memberi
semangat-semangat dan menemani melody saja sudah cukup, walaupun hanya sebagai
sahabat.
END
Cerpen Karangan: Dzumrotul Hasanah
Facebook: https://www.facebook.com/zumrotul.hasanah
Nama: Dzumrotul Hasanah
TTL: Malang, 12 februari 1995
Status: mahasiswi
Facebook: https://www.facebook.com/zumrotul.hasanah
Nama: Dzumrotul Hasanah
TTL: Malang, 12 februari 1995
Status: mahasiswi

Komentar
Posting Komentar